Ribut-ribut Soal 'Tari Sekar Gumitir' Sebagai Maskot Bangli, Made Gianyar Sebut Baru Wacana
Rencana pemerintah Kabupaten Bangli menjadikan bunga gumitir sebagai maskot kabupaten, sempat memantik reaksi sejumlah masyarakat
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Rencana pemerintah Kabupaten Bangli menjadikan bunga gumitir sebagai maskot kabupaten, sempat memantik reaksi sejumlah masyarakat, yang disampaikan melalui sebuah forum di sosial media.
Tidak sedikit masyaraat yang kurang setuju, dan gumitir bukan bunga asli ataupun banyak terdapat di Bangli.
Menanggapi hal tersebut, Bupati Bangli I Made Gianyar saat ditemui Jumat (1/2/2019) menjelasakan, awal mula muncul ide bunga gumitir sebagai maskot kabupaten saat dirinya bertemu dengan Bupati Tabanan pada suatu acara.
Pada saat itu, ditampilkan pula tari maskot Kabupaten Tabanan, yakni Tari Sekar Sandat.
Diakui Gianyar, saat itu terjadi perdebatan dengan bupati Tabanan, Ni Putu Eka Wiryastuti.
Pasalnya, sebelum Eka Wiryastuti menjabat sebagai bupati, Tari Sandat ini telah diciptakan pada masa kepemimpinan mantan Bupati Bangli, I Nengah Arnawa.
“Setelah itu, saya ditanya terkait Perda-nya, dan langsung saya telepon Kadis Pariwisata untuk menanyakan hal itu. Ternyata, Bangli memang belum ada Perda terkait maskot ini. Sehingga saya tidak jadi bersengketa dengan Bupati Tabanan,” ujarnya.
Selain bunga sandat, beberapa jenis bunga lainnya juga sudah digunakan oleh kabupaten lain.
Seperti pucuk bang, yang digunakan oleh Kabupaten Gianyar, ataupun bunga Jepun yang juga telah digunakan oleh Kabupaten Badung.
Ide menjadikan bunga gumitir sebagai maskot Kabupaten Bangli muncul sekitar setahun lalu, saat mengantarkan almarhum istrinya melakukan pengobatan alternatif.
Pada saat itupula, Gianyar melihat bunga gumitir yang menurutnya memiliki nilai religus, ekonomi, serta estetika, sehingga terbesit untuk menjadikannya sebagai maskot.
“Kemudian saya memerintahkan salah satu staf, untuk melakukan penelitian mengenai bunga gumitir. Karena sebuah maskot, tidak akan berguna jika tidak bisa dikembangkan atau memiliki nilai ekonomis bagi masyarakat dikemudian hari,” ucapnya.
Gianyar tidak memungkiri, rencananya menjadikan bunga Gumitir sebagai maskot akan berujung pada perdebatan.
Namun pihaknya menegaskan terkait maskot ini selanjutnya akan digelar lokakarya, seminar, serta dibuatkan naskah akademis, sebelum diperdakan.
Saat lokakarya itulah ada sejumlah masukan mengenai maskot yang lebih cocok.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/tari-sekar-gumitir.jpg)