Dampak Lonjakan Harga Tiket Pesawat

Penumpang Rute Jakarta-Bali Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Ditambah Pengenaan Biaya Bagasi

Penumpang mengeluhkan melambungnya harga tiket pesawat hingga saat ini. Seperti yang diungkapkan salah satu penumpang asal Jakarta dimana dia ke Bali

Penumpang Rute Jakarta-Bali Keluhkan Mahalnya Harga Tiket Ditambah Pengenaan Biaya Bagasi
Tribun Bali/Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal keberangkatan domestik dan internasional di Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali, Jumat (8/2/2019) yang masih ramai diminati wisatawan untuk ke Bali maupun meninggalkan Bali menggunakan transportasi udara. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penumpang mengeluhkan melambungnya harga tiket pesawat hingga saat ini.

Seperti yang diungkapkan salah satu penumpang asal Jakarta dimana dia ke Bali bertujuan liburan dan mencari tiket murah khususnya dengan maskapai LCC seperti Lion Air.

 
Namun menurutnya sekelas Lion Air tiketnya tidak tinggi apalagi ditambah biaya bagasi jadi makin tinggi. 

 
“Iya lumayan jadinya mahal sekarang ditambah biaya bagasi berbayar Lion ya cukup memberatkan jadi saya berpikir dua kali. Lebih naik premium atau medium class (Garuda atau Sriwijaya) yang tidak bayar lagi bagasinya tapi kalau over bagasi ya tetap bayar,” ungkap Putri.

Baca: Dikeluhkan Penumpang, Begini Dampak Kenaikan Harga Tiket dan Keterisian Pesawat Dari & Ke Bali

 
Tapi Putri memahami adanya peraturan pengenaan bagasi berbayar karena dirinya membaca dari pemberitaan-pemberitaan bahwa dasar dikenakan bagasi berbayar sudah diatur tetapi ia menyayangkan kenapa baru diterapkan sekarang.

 
Tidak dari awal saja diterapkannya padahal peraturan tersebut sudah lama dibuat jadi terasa memberatkan bagi dirinya yang ingin berlibur ke Bali.

 
Menindaklanjuti aspirasi masyarakat terkait penerapan bagasi berbayar, berdasarkan hasil evaluasi penerapan bagasi berbayar oleh PT Lion Mentari Airlines dan PT Wings Abadi Airlines yang diadakan pada tanggal 31 Januari 2019, telah ditemukan beberapa hal yang harus ditindaklanjuti.

Baca: Terminal Mengwi Badung Terpantau Stabil, Penumpang Masih Didominasi ke Jawa Timur

Hal tersebut guna meningkatkan pelayanan terkait bagasi berbayar kepada pengguna jasa layanan angkutan Udara.

 
Direktur Jenderal Perhubungan Udara, Polana B. Pramesti menuturkan bahwa Direktorat Jenderal Perhubungan Udara telah melakukan langkah-langkah terkait penerapan bagasi berbayar.

Salah satunya dengan melakukan evaluasi penerapan tersebut.

 
Corporate Communications Strategic of Lion Air Group Danang Mandala Prihantoro menyampaikan layanan bagasi tercatat nol kilogram merupakan kebijakan baru Lion Air dan Wings Air guna menjawab peluang dan tantangan bisnis seiring pertumbuhan tren perjalanan udara yang simpel, sesuai era kekinian atau millennials traveling.

Hadirnya opsi layanan terbaru ini, setiap pelanggan dapat melakukan traveling lebih ekonomis serta terjangkau dengan pilihan kapasitas bagasi menurut tingkat keperluan perjalanan. 

Lion Air dan Wings Air menawarkan layanan kepada setiap pelanggan untuk mempersiapkan rencana perjalanan lebih awal dengan penjualan tiket berkonsep “sesuai kebutuhan pelanggan”.

 
“Jika pelanggan akan membawa bagasi saat bepergian maka dapat membeli bagasi. Sebaliknya, bila bepergian tanpa bagasi, maka tidak perlu membayar bagasi,” imbuhnya.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved