Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Formi Ajak Anak-Anak Bermain Permainan Tradisional, Erwin: Dulu Anak-Anak Sering Main Tajog

Sebanyak 450 siswa Sekolah Dasar se-Kota Denpasar mengikuti lomba permainan tradisional.

Tayang:
Tribun Bali/Putu Supartika
Dua anak sedang mengikuti lomba tajog di Lapangan Puputan Badung, Minggu (10/2/2019) 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Sebanyak 450 siswa Sekolah Dasar se-Kota Denpasar mengikuti lomba permainan tradisional.

Lomba ini digelar oleh Federasi Olahraga Rekreasi Masyarakat Indonesia (Formi) Kota Denpasar di Lapangan Puputan Badung, Denpasar, Minggu (10/2/2019).

Dalam perlombaan ini, ada empat permainan tradisional yang dilombakan yakni tajog, terompah, hadang, dan deduplak.

Wakil Ketua Formi Kota Denpasar, Made Erwin Suryadarma Sena mengatakan lomba ini dilaksanakan dalam rangka peringatan HUT Kota Denpasar ke-231.

Selain itu, lomba ini juga merupakan kelanjutan dari workshop guru olahraga SD tentang permainan tradisional tahun 2018 kemarin.

"Kami dari Formi ingin melestarikan mengembangkan dan membudayakan olahraga tradisional yang ada di Denpasar," kata Erwin.

Ia menambahkan, dilibatkannya anak-anak SD dalam lomba ini karena kenyataan sekarang banyak anak-anak yang lebih suka bermain game di gadget ketimbang bermain permaianan tradisional.

"Dulu anak-anak sering main cingklak, tajog, hadang, tapi sekarang semakin dilupakan karena kehadiran permainan di gadget," katanya.

Baca: Sudah Ada Sejak Ribuan Tahun Lalu, Berikut Delapan Fakta dan Sejarah Tarian Tradisional Barongsai

Baca: Taman Janggan Kejar Target Predikat Ramah Anak, Akan Dilengkapi 2 Unit CCTV & Permainan Tradisional

Baca: Tradisi Ngerebeg di Desa Tegallalang, Makin Tahun Makin Kreatif Berdandan

Sehingga pihaknya ingin kembali mengajak anak-anak untuk mencintai budaya lokal.

"Patut kita lestarikan jangan sampai anak-anak kehilangan jati diri, kehilangan akar budaya oleh hal-hal yang sifatnya internet," katanya.

Dimulai dengan lomba ini ia yakin lambat laun anak-anak akan menyukai kembali permainan tradisional.

Apalagi dalam permaianan ini sarat dengan edukasi, kebersamaan, dan saling menghargai.

Bagi pemenang akan diberikan piagan dan uang pembinaan untuk Juara I Rp 1 juta, juara II Rp 750 ribu, dan Juara III Rp 500 ribu. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved