Tak Hanya Buket Bunga, Muda-Mudi juga Buru Buket Uang untuk Rayakan Valentine
Barang yang paling banyak diburu yakni cokelat dan buket bunga. Namun tak hanya buket bunga maupun cokelat yang diburu, buket uang pun diburu.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Berbagai pernak-pernik valentine sudah banyak diburu oleh muda-mudi yang akan merayakan Valentine.
Barang yang paling banyak diburu yakni cokelat dan buket bunga.
Namun tak hanya buket bunga maupun cokelat yang diburu, buket uang pun diburu.
Dikatakan oleh salah seorang pembuat buket uang, I Made Wira Astika (26) Valentine ini, ia menerima pesanan 20 buket uang.
"Untuk buket bunga ini kebanyakan dipesan oleh lelaki," kata Astika saat ditemui di rumahnya di Jalan Tangkuban Perahu, Gang Mertha Sedana 6B, Kerobokan, Badung, Rabu (13/2/2019).
Ia mengatakan pesanan mulai datang H-4 valentine dan dikerjakan bertiga.
Harga buket uang ini yakni senilai nominal uang yang digunakan untuk buket ditambah Rp 65 ribu.
"Mereka bayar ke kami dengan uang cash. Kemudian kami tukar ke BI agar uangnya segar," katanya.
Ia mengatakan usaha buket ini telah dimulai setahun lalu.
Namun ia memulainya dengan membuat buket bunga dan cokelat, dan mulai tahun ini merambah buket uang.
"Tahun ini kami tak membuat buket bunga karena harga bunga mahal. Kami hanya buat buket uang dan cokelat," katanya.
Buket bunga yang dipesan kebanyakan pecahan Rp 2000 senilai Rp 200 ribu.
Selain itu ada pula yang memesan pecahan Rp 5000, dan Rp 100 ribu.
Nilai yang paling mahal yakni Rp 4 juta dengan nominal Rp 100 ribu sehingga dibutuhkan 40 lembar uang untuk buket ini.
Baca: TRIBUN WIKI - 7 Hal Ini Bisa Jadi Pilihan Anda Menikmati Momen Valentine Day Meskipun Seorang Diri
Baca: Diskon J.CO Hari Valentine - Hanya Berlaku 1 Hari, Semua Minuman Cuma Rp 25 Ribu
Baca: TRIBUN WIKI - Ini 5 Lokasi Romantis Ala Backpacker yang Bisa Anda Kunjungi saat Hari Valentine
Coklat Berbentuk Kelamin Pria Jadi Primadona Saat Valentine
Selain itu, ia juga membuat cokelat sampai dirinya kelabakan melayani pemesan.
Ia bersama tiga temannya harus bergadang hingga pukul 03.00 Wita untuk menyelesaikan pesanan.
"Kami sampai kewalahan melayani pemesan. Bahkan harus bergadang hingga jam tiga pagi," kata Astika.
Berbagai bentuk cokelat ia buat untuk Valentine ini mulai dari bentuk bunga mawar, jantung, bibir, babi, wajik, keong, bahkan bentuk kelamin laki-laki.
"Yang paling laris dipesan tahun ini yang bentuk kelamin laki-laki. Pemesannya kebanyakan perempuan," katanya.
Selain bentuk, warna dan rasanya pun bervariasi.
Ada warna kuning, merah, pink, hingga putih.
Rasanya mulai dari jeruk, stroberi, vanila, hingga anggur.
Harga yang diberikan pun bervariasi sesuai bentuknya.
Perkotak cokelat ia banderol dengan harga Rp 20 ribu hingga Rp 85 ribu.
Selain coklat kotakan, ia juga menjual buket cokelat seharga Rp 400 ribu hingga Rp 500 ribu.
"Coklatnya kami pakai premium coklat dan wrapping yang didatangkan dari Bogor," katanya.
Pemesannya datang dari wilayah Denpasar dan Badung, selain itu ada pula dari Jogjakarta, Bandung, dan Jakarta.
Ia memulai usaha pembuatan cokelat ini sejak tiga tahun lalu.
Diawali dengan hadiah ulang tahun untuk temannya kemudian berlanjut jadi usaha.
Tak hanya saat valentine, saat hari besar keagamaan seperti Idul Fitri, Natal, maupun Galungan ia memebemtuk karakter khas hari raya tersebut. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/buket-uang.jpg)