Jadi Penjemput Tamu dan Pramusaji, Para Difabel Ini Berjuang di Yayasan Tempatnya Menimba Ilmu
Yayasan Bhakti Senang Hati, hingga kini telah merawat kurang lebih 80 orang penderita disabilitas.
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR - Yayasan Bhakti Senang Hati, hingga kini telah merawat kurang lebih 80 orang penderita disabilitas.
Namun yang tinggal di asrama yayasan yang terletak di Jalan Mundeh, Banjar Teruna, Desa Siangan, Gianyar ini hanya 20 orang.
Hal tersebut diungkapkan oleh sekretaris yayasan, Sang Ayu Nyoman Puspa, yang juga penderita disabilitas, Kamis (14/2/2019).
Cikal bakal yayasan ini yakni dari perkumpulan para penderita disabilitas yang awalnya ada di Tampaksiring tahun 2000.
Tahun 2003 perkumpulan ini bernama Yayasan Senang Hati, namun belum berbadan hukum.
Selanjutnya tahun 2014, yayasan ini pun berbadan hukum dan bernama Yayasan Bhakti Senang Hati.
"Lambat laun, tahun 2014 punya bangunan yang dulunya kumpul-kumpul saja sekarang berubah jadi Yayasan Bhakti Senang Hati," katanya.
Yayasan ini dibangun di atas tanah 25 are dan dilengkapi kelas untuk pembelajaran non formal.
"Di sini para difabel belajar baca tulis, bahasa Inggris, menjahit, hingga komputer," paparnya.
Baca: Atlet Difabel Bali, Ni Nengah Widiasih Persembahkan Medali Perak untuk Indonesia di Dubai
Baca: Atlet Bulutangkis Difabel Bali, Putu Christiani Raih Medali Perak Kejurnas NPC 2018
Baca: Kisah Cinta Penyandang Disabilitas dengan WNA Jerman, Ketut Raka Disebut Wanita Sempurna
Mereka yang dididik di yayasan ini pun di-rolling.
Kalau sudah bisa mandiri, mereka akan tinggal secara mandiri baik di kos maupun rumah masing-masing.
"Bahkan ada beberapa yang bersekolah di sekolah umum dan telah menamatkan 6 orang yang tamat SMA, tahun ini mau lanjut kuliah ke STIKOM Denpasar," imbuhnya.
Sementara biaya untuk menghidupkan yayasan, para penghuni yayasan ini bekerja menjemput tamu untuk diajak berkeliling ke objek wisata.
Para difabel ini menggunakan motor roda tiga menjemput tamu.
"Di sini kami juga bangun restoran dan semua pramusajinya adalah kami," katanya.
Selain menjadi penjemput tamu, mereka juga belajar diving.
Bahkan mereka telah lima kali mengadakan penyelaman di Tulamben dalam acara HUT RI.
"Kami juga buat kelompok seni dan pernah tampil di berbagai acara termasuk di PKB," lanjutnya. (*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/bakti-sosial-unhi.jpg)