Usai Resmi Jadi WNI Jian Mason Akan Merayakan Dengan Makan Babi Guling, Ini Ceritanya

Adalah Jian Mason yang mengaku pada wartawan bahwa dia memutuskan jadi WNI karena keluarganya ada di Bali.

Usai Resmi Jadi WNI Jian Mason Akan Merayakan Dengan Makan Babi Guling, Ini Ceritanya
Tribun Bali / Busrah Hisyam Ardans
Jian Mason dan keluarga usai resmi jadi WNI di Kanwil Kemenkum HAM Bali, Selasa (19/2/2019) 

Jian didampingi oleh adiknya Steve Mason yang sudah dua minggu lebih dulu menjadi WNI lewat proses di Kemenkumham Bali. 

Hadir juga ayahnya Nagel Mason yang berasal dari Australia.

Ibu Jian Mason berasal dari Kuta, Legian dan kini tinggal di Jalan By Pass Ngurah Rai, Denpasar.

Kakanwil Kemenkumham Bali, Sutrisno usai acara menuturkan, proses menjadi  WNI menurut undang-undang nomor 11 tahun 2006 ialah bahwa orang asing bisa menjadi WNI itu minimal 5 tahun berturut-turut tinggal di Indonesia atau 10 tahun tidak berturut-turut.

"10 tahun tidak berturut-turut itu misalnya 2 tahun tinggal di sini dengan izin Kitas (Kartu Izin Tinggal Terbatas), terus keluar dia. Nanti berapa tahun kemudian datang lagi ke sini tinggal lagi 3 tahun, berarti udah 5 tahun. Dia keluar lagi, terus tinggal lagi 3 tahun di sini berarti sudah 8 tahun, keluar lagi dan datang lagi tinggal 3 tahun, jadinya 11 tahun. Nah dia boleh mengajukan WNI," tutur Sutrisno rinci.

Syaratnya ungkap dia, yang bersangkutan harus mengajukan dari izin tinggal terbatas menjadi izin lewat Kitap (Kartu Izin Tinggal Tetap) dulu. 

"Lalu setelah itu dapat Kitap dia harus memiliki surat keterangan keimigrasian, salah satu syarat untuk mengajukan WNI. Baru nanti dari sini diproses di divisi layanan Hukum dan HAM. Dan beberapa syarat lain seperti memiliki mata pencaharian yang tetap, kemudian tidak telantar di Indonesia. Setelah dari sini akan dikirimkan ke Direktorat Jenderal Administrasi Hukum Umum di sana diproses setelah diproses baru dikirim ke presiden," ungkapnya menjelaskan.

Cara lainnya ialah dengan menikah dengan WNI dan bisa menjadi WNI selama 5 tahun.

Sutrisno menyebutkan di tahun 2018 ada satu orang yang beralih menjadi WNI, sedangkan pada 2019 ini sudah ada dua orang Australia.

“Sebelumnya lagi, ada WNA dari Italia. Ini kebetulan (Jian Mason) ibunya orang Indonesia, ibunya orang Bali Made Yuni, bapaknya orang Australia," terangnya. (*)

Penulis: Busrah Ardans
Editor: Eviera Paramita Sandi
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved