Sampah Plastik Bisa Rusak Pariwisata Bali, Dr Gede Hendrawan Sebut Kebocoran 80 Persen

Akademisi Fakultas Kelautan dan Perikanan (FKP) Universitas Udayana, Dr. Gede Hendrawan mengatakan dari Tahun 2014 sampai saat ini

Sampah Plastik Bisa Rusak Pariwisata Bali, Dr Gede Hendrawan Sebut Kebocoran 80 Persen
Tribun Bali/Rizal Fanany
Sejumlah pemulung memungut sampah plastik di Pantai Kedonganan, Badung, Sabtu (26/1/2019). Sampah musiman ini memberi keuntungan bagi pemulung yang bisa mengumpulkan sampah plastik 70 kilo per hari 

Namun implementasinya dirasa belum optimal.

Dikatakannya sampah plastik yang banyak jumlahnya sangat merusak ekosistem laut, terutama sampah yang berupa mikroplastik.

“Kalau makroplastik yang bisa dilihat kasat mata lebih mudah untuk dibersihkan, sedangkan mikroplastik susah dibersihkan, sangat berbahaya dan dampaknya sangat buruk bagi lingkungan,” tuturnya.

Lebih lanjut Hendrawan memaparkan ekonomi Bali tergantung dari pariwisata.

Dan lebih dari 80 persen daerah pariwisata di Bali berada di wilayah pesisir.

Artinya ketika lingkungan pesisir hancur, maka pariwisata akan hancur dan ikutannya ekonomi Bali juga akan hancur.

“Jadi ketika Perda RTRW direvisi, lingkungan menjadi hal dominan yang harus dibahas."

"Aspek lingkungan menjadi ujung tombak ketika akan membangun Bali, yang ekonominya digerakkan oleh pariwisata. Dan pariwisata akan tetap langgeng ketika lingkungan terjaga,” terangnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved