Berita Pemkot Denpasar

Hari Jadi ke-231, Ini Asal-usul Nama Denpasar

Hari jadi Kota Denpasar ini diperingati sesuai dengan berdirinya Puri Denpasar tahun 1788. Namun bagaimanakah asal usul nama Kota Denpasar

Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
Patung Catur Muka, ikon Kota Denpasar, Rabu (27/2/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR- Hari ini, Rabu (26/2/2019) Kota Denpasar memperingati hari jadinya yang ke-231 tahun.

Hari jadi Kota Denpasar ini diperingati sesuai dengan berdirinya Puri Denpasar tahun 1788.

Namun bagaimanakah asal usul nama Kota Denpasar itu sendiri?

Berdasarkan dokumen yang didapat Tribun Bali dari Humas Kota Denpasar sesuai dengan penelusuran sejarah Kota Denpasar yang dilakukan Bappeda Kota Denpasar dikatakan bahwa Puri Denpasar dibangun karena adanya perubahan kepemimpinan.

Kata Denpasar ini terkait erat hubungannya dengan keberadaan pohon beringin di utara pasar yang berlokasi di sebelah selatan Puri Satria.

Di bawah pohon itu ada sebuah taman kerajaan yang dibangun oleh Raja l Gusti Ngurah Gde Pamecutan.

Dari sanalah asal mula kata Denpasar itu ada.

Letak taman tersebut berada di utara pasar, sehingga taman tersebut diberi nama Taman Denpasar.

Denpasar sebenarnya terdiri atas dua kata yakni den dan pasar.

Den adalah bahasa Bali yang memiliki arti utara.

Sehingga bisa juga dikatakan taman tersebut bernama taman di sebelah utara pasar.

I Gusti Ngurah Gde Pamecutan memiliki putra yang bernama I Gusti Ngurah Made Pamecutan.

Tahun 1788 I Gusti Ngurah Made Pamecutan menggantikan ayahnya, I Gusti Ngurah Gde Pamecutan sebagai Raja Badung.

Dan di Taman Denpasar tersebutlah I Gusti Ngurah Made Pamecutan membangun Puri Denpasar.

Kerajaan Badung yang semula dipusatkan di Puri Satria kemudian dipindahkan ke Puri Denpasar.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved