Hanya Lemas Setelah Diberi Minuman, Bidan Beti Lalu Dibekap, Mobil Pun Berguncang

Para pelaku yang merupakan pembunuh bayaran ini, memberi racun pada minuman yang diberikan pada bidan Beti.

Hanya Lemas Setelah Diberi Minuman, Bidan Beti Lalu Dibekap, Mobil Pun Berguncang
kolase sriwijayapost
Bidan Beti dan pelaku pembunuhan yang ditangkap Polres Lampung Barat. Kasus pembunuhan pada seorang bidan desa bernama Beti menguak fakta baru. Para pelaku yang merupakan pembunuh bayaran ini, memberi racun pada minuman yang diberikan pada bidan Beti. 

Saat dikonfirmasi Waka Polres Lampung Barat Kompol M Riza yang mewakili Kapolres Lampung Barat AKBP Doni Wahyudi mengatakan, bahwa Beti diduga dibunuh oleh empat orang di dalam mobil.

"Pelaku pembunuhan berjumlah empat orang yang melibatkan satu wanita yang tidak lain merupakan keponakan korban," ungkap Riza dalam sambungan telfon, Jumat (1/3/2019).

Baca: Istri Kerja Pulang Sebulan Sekali, Anak Gadisnya Jadi Korban Perkosaan Suami & Anak Lelakinya

Baca: Terekam CCTV, Ular Piton Masuk Kamar dan Menyerang Wanita Ini, Seperti Mimpi, Tapi Ular itu Nyata

Baca: Darah Belut Bikin PSK Ini Selalu Virgin dan Ditarif Rp 20 Juta, Setelah Diciduk Fakta Ini Terungkap

"Tapi baru kami tangkap tiga pelaku, satu pelaku dengan inisial ON masih dalam pengejaran," imbuhnya.

Menurut Riza, tiga pelaku yang sudah tertangkap adalah, Gidion Meldina (31), warga Sipatuhu, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten Oku Selatan.

Lalu Badriansyah (35), warga Bandar Agung, Kecamatan Bandar Agung, Kabupaten OKU Selatan, yang bekerja sebagai PNS.

Terakhir, Asrul Mubarik warga Suka Maju, Kecamatan Banding Agung, Kabupaten OKU Selatan.

"Gidion itu yang masih keponakan korban sendiri," kata Riza.

Saat ditanya motif pembunuhan, Riza mengatakan, besar dugaan karena adanya unsur dendam.

"Jadi dugaan sementara otak pelakunya itu Gidion, jadi korban ini sempat cekcok dengan otak pembunuhan ini masalah utang Rp 200 juta," jelas Riza.

Kemudian kata Riza, karena sakit hati Gidion meminta bantuan pelaku Badriansyah, Asrul Mubarik, dan ON untuk membunuh korban.

Halaman
1234
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribunnews
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved