Tak Banyak yang Tahu, Inilah 5 Produk yang Mengandung Plastik selain Kantong Kresek

Gaya hidup tanpa plastik sedang digaungkan saat ini. Sejak tanggal 1 Maret, minimarket di Indonesia tidak lagi menyediakan kantong plastik

Tak Banyak yang Tahu, Inilah 5 Produk yang Mengandung Plastik selain Kantong Kresek
Tribun Bali/Rizal Fanany
(ilustrasi) Sejumlah pemulung memungut sampah plastik di Pantai Kedonganan, Badung, Sabtu (26/1). Sampah musiman ini memberi keuntungan bagi pemulung yang bisa mengumpulkan sampah plastik 70 kilo per hari 

Selain itu, ada banyak alternatif pita ramah lingkungan dan biodegradable di toko-toko.

Baca: Ikut Upacara Nedunang Ida Bhatara di Pura Besakih, Koster Imbau Masyarakat Tak Pakai Kantong Plastik

Baca: Hari Sampah Plastik, Hari saat Masyarakat Serentak Turun ke Lingkungannya untuk Bersihkan Sampah

3. Kantong teh

Untungnya, tak semua kantong teh mengandung bahan plastik. Kantong teh dengan bahan polypropylene, yang merupakan plastik penyegel untuk menyatukan isinya, inilah yang berkontribusi besar pada pencemaran laut.

Pada tahun 2018, kelompok lingkungan "38 Degrees" meluncurkan petisi yang menyerukan produsen teh besar, untuk mengeluarkan plastik dari semua kantong tehnya.

Mereka minta para produsen teh menggunakan produk biodegradable yang lebih ramah lingkungan.

Petisi itu mengumpulkan lebih dari 177.000 tanda tangan dan banyak produsen teh sejak itu mengungkapkan rencana untuk memproduksi kantong teh bebas plastik.

4. Bulu binatang buatan

Seiring semakin banyaknya merek fesyen yang melarang penggunaan bulu binatang, penggunaan bulu binatang palsu telah melonjak.

Banyak rumah mode ternama yang mulai beralih menggunakan bulu binatang imitasi dalam produk mereka demi kelestarian hewan.

Ini mungkin tampak seperti ide yang baik. Namun, anggota parlemen Mary Creagh mengatakan, bulu binatang palsu itu dibuat dari serat buatan seperti poliester.

Bentuk poliester yang paling umum adalah polietilen tereftalat, plastik yang terbuat dari minyak mentah yang juga digunakan untuk membuat botol kecap.

"Fashion memberi tahu kita bahwa kita dapat memiliki apa pun yang kita inginkan, bahwa kita tidak ingin membunuh hewan untuk memiliki bulu kita," ucap Creagh.

Namun Creagh menambahkan, semua itu mengakibatkan peningkatan emisi karbon yang dihasilkan dari proses ekstraksi bahan untuk alternatif pengganti bulu binatang asli.

Baca: Janda 10 Cucu Temukan Uang Rp 12 Juta dalam Plastik Ungu di TPA Ini, Sempat Dikira Uang Mainan

5. Glitter

Ini mungkin terlihat tak masuk akal. Namun, benda berkilau itu sebagian besar terbuat dari plastik.

Oleh karena itu, para ilmuwan pada November 2017 menyerukan agar item berkilau itu dilarang karena dampaknya pada lingkungannya.

"Saya pikir semua glitter harus dilarang, karena ini plastik," kata antropolog lingkungan bernama Dr Trisia Farrelly saat itu.

Menurutnya, glitter berbahan plastik ini juga terdapat pada kosmetik yang kerap digunakan banyak orang. Glitter juga kerap dipakai sebagai bahan kostum.

Lebih dari 60 festival di Inggris telah berjanji untuk melarang glitter sebagai bagian dari komitmen untuk mengurangi limbah plastik sekali pakai di tahun 2021.

Sayangnya, ini bukan hal yang mudah karena tak semua orang sadar akan pentingnya kelestarian lingkungan.

Untungnya, beberapa perusahaan berupaya untuk menciptakan alternatif berkelanjutan dengan memakai bahan ramah lingkungan dan biodegradable.

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Tak Hanya Kantong Kresek, ini 5 Bahan Mengandung Plastik"

Editor: Ida Ayu Suryantini Putri
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved