Negosiasi 12 Jam Buntu, Ibu Ledakkan Bom Bersama Bayi 2 Tahun

Mak Abu, sapaan untuk istri Husain, terduga teroris jaringan ISIS, meledakkan diri bersama bayinya usia dua tahun di dalam kamar kediamannya

Editor: Irma Budiarti
Tribun Medan
DIJAGA BRIMOB - Anggota Brimob berjaga-jaga di lokasi peledakan bom di Kota Sibolga, Sumatera Utara, Rabu (13/3/2019). Ibu dan bayinya meninggal setelah meledakkan diri. 

Kemudian, polisi dan tokoh agama setempat mengimbau istri terduga teroris Husain alias Abu Hamzah alias Upang agar keluar dari rumah. 

Istri Husain dan soerang anaknya yang berusia dua tahun tetap bertahan di dalam rumah.

Sebelumnya, Selasa siang, pukul 14.23 WIB, Densus 88/Antiteror Polri menangkap terduga teroris Husain alias Abu Hamzah alias Upang (32 tahun) di Jalan Cenderawasih, Kecamatan Sibolga Sambas, Kota Sibolga, Sumatera Utara.

Polisi menyakini Husain mampu merakit bom dan merupakan jaringan Negara Islam Suriah dan Iraq (ISIS).

Bersama Abu Hamzah, polisi menangkap dua orang lainnya atas nama Asmwr Khoir alias Ameng, dan Halimah, di Jalan SM Raja, Simpang Gambolo, Sibolga Sambas.

Mereka rekanan Abu Hamzah.

Baca: Termehek-mehek Divonis 5 dan 6 Tahun, Murniati & Wartini Terbukti Korupsi Dana PNPM-MP Rp 1,9 M

Baca: Facebook dan Instagram Gangguan Sejak Semalam, Akibat Serangan DDos? Ini Penjelasan Resminya

Polisi memastikan di kediaman terduga teroris di Sibolga, masih tersimpan bahan peledak.

Polisi hingga Rabu (13/3/2019) petang, masih berusaha mensterilkan lokasi kejadian.

Wali Kota Sibolga Syarfi Hutauruk didampingi Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja mengatakan, polisi masih mencari bahan peledak dan mensterilkan lokasi kejadian, lantaran masih ditemukannya banyak bahan peledak.

"Sore ini petugas masih bekerja menyisir, mensterilkan lokasi di mana masih ada bahan peledak yang disimpan di dalam tanah dan pipa-pipa. Sebagian ada yang sudah dibawa ke Tapteng untuk diledakkan, tetapi di sini masih ada sisanya," ujar Syarfi.

Ia mengimbau masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi kejadian untuk tidak ngotot dan memaksa masuk ke dalam rumah, untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan.

"Banyak sekali, jadi saya tidak tahu orang ini mau membuhuh siapa, begitu banyak (bahan peledak). Dan masyarakat saya mohon jangan ngotot ke rumahnya masing-masing, karena petugas sayang sama kita, nanti takutnya begitu dilepas masuk terjadi ledakan. Setuju, apakah mau jadi korban?" ujarnya.

Kapolres Sibolga AKBP Edwin Hariandja mengatakan, warga tak perlu khawatir atau terkejut jika mendengar suara ledakan.

Hal itu, kemungkinan dilakukan jika sisa bahan peledak di rumah terduga teroris sulit untik dievakuasi.

Baca: Termakan Isu Kiamat, Warga Ponorogo Jual Tanah dan Rumahnya Rp 20 Juta, Bupati Geleng-geleng Kepala

Baca: Lahir Kamis Pon Uye, Tajam Hatinya, Begini Kehidupannya

"Kepada warga mari bekerja sama, bapak kerja sama cepat selesai kalau ngotot akan menggangu kerjaan kami. Dan jangan kaget nanti bila ada ledakan. (jika) bahan (sisa bahan peledak) gak bisa dibawa," kata Kapolres.

Halaman
123
Sumber: Tribun Medan
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved