Bali United
Saatnya Taklukkan Rival Abadi! Laga Pamungkas Bali United VS Bhayangkara FC Berebut Juara Grup
Pertemuan Bali United kontra Bhayangkara FC selalu dinanti publik Bali. Bhayangkara FC sudah menjadi rival abadi Bali United
Penulis: Marianus Seran | Editor: Irma Budiarti
"Biasa dalam sepak bola kita harus nonton kekuatan lawan sebelum bertanding. Kita nonton agar kita lebih siap. Kita sudah tahu kekuatan dari lawan," tegas Teco, kemarin.
Terkait apakah ada perubahan taktikal atau tidak, karena Bali United telah lolos grup, Teco mengatakan pasti ada perubahan.
Setiap pertandingan, kata dia, pasti akan berbeda.
Apalagi jadwal pertandingan sangat dekat.
Baca: Meniru 8 Rutinitas Pagi Para Orang Sukses, Yuk Terapkan Perubahan Kecil Ini dari Sekarang!
Baca: Termakan Isu Kiamat, Warga Ponorogo Jual Tanah dan Rumahnya Rp 20 Juta, Bupati Geleng-geleng Kepala
"Kita lihat nanti. Saya masih punya satu latihan untuk lihat semua pemain. Saya juga harus bicara dengan semua pemain. Karena setelah laga kemarin waktu terlalu dekat, hanya dua hari langsung bermain lagi. Lihat lagi kondisi semua. Ada yang capek atau cedera mungkin tidak main," jelas Teco.
Teco menegaskan, pemain Bali United telah berjuang lolos 8 besar.
Tapi tim tetap membidik juara grup.
"Kalau juara grup nanti kita bisa bermain di Bali, pasti sangat bagus bagi tim," ujarnya.
Dalam laga ini, Teco masih akan mempercayai materi serupa kontra Semen Padang.
Karena butuh seri Teco akan menurunkan pemain yang memiliki kecepatan dan daya tahan tubuh yang kuat.
Lini belakang, akan kembali ditempati kiper Wawan Hendrawan, bek Andhika Wijaya, Willian Pacheco, Leonard Tupamahu, dan Michel Orah.
Sementara di lini gelandang, Brwa Nouri, Fadil Sausu, dan Paulo Sergio masih menjadi pilihan utama.
Sergio menjadi playmaker tim.
Untuk penyerang, Miftahul Hamdi, Melvin Platje, dan Irfan Bachdim.
Hamdi akan diturunkan sejak babak pertama karena cukup efektif dalam laga kontra Semen Padang meski hanya tampil delapan menit.
Baca: Lahir Kamis Pon Uye, Tajam Hatinya, Begini Kehidupannya
Baca: Fenomena Air Sawah Mendidih di Purbalingga, Apa yang Terjadi?