Soekarno Disebut Kerap Semadi di Pura Dalem Madura, Tampaksiring, Genah Nunas Tamba
Pura Dalem Madura disebut-sebut sebagai tempat semadi Soekarno. Pura ini berada di Banjar Kelodan, Desa/Kecamatan Tampaksiring, merupakan desa tua, y
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Kata dia, Ida Ratu Niang selalu mesolah saat krama menggelar pementasan Calonarang.
Namun sangat jarang ada penari yang berhasil menarikan.
Meskipun para penari telah meminta restu.
“Kadang penarinnya tidak bisa bersuara, kadang terpental dan terkadang tidak bisa bergerak. Ini tak terjadi karena si penari itu ego, sebab selama ini hampir semua penari itu telah meminta restu khusus sebelum menarikan Ratu Niang,” ujarnya.
Satu-satunya orang, kata dia, yang bisa menarikan Ratu Niang sampai tahap tarian ‘Tunjang Rangda’ hanya Gusti Mangku Pepasih ke XI. Hal tersebut, kata dia, lantaran tingkat ilmu pengeleakannya tinggi.
Ilmu pengeleakan tersebut diduga, dipelajari dari lontar-lontar peninggalan leluhur Gusti Mangku Pepasih.
Sebab, segala macam lontar langka, yang tidak ada di Bali, semuanya ada di rumah keluarga Gusti Mangku Pepasih.
Berbeda dengan Ratu Alit Gana. Kata dia, setiap mesolah atau dipentaskan, Ida selalu berlari di atas tembok.
Lantaran krama selalu kewalahan mengejar, saat ini Ida Ratu Gana tidak pernah dipentaskan dalam pertunjukkan Calonarang.
“Krama gepe (kepayahan) mengejar. Sebab saat mesolah, selalu terbang, berlari di atas tembok,” ungkapnya. (*)