Target Pegadaian di Lombok Capai Rp 1 Triliun, Mariawan Sebut Target Denpasar Paling Tinggi

Target outstanding loan (OSL) PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar pada 2019, untuk seluruh wilayah Bali, NTB dan NTT mencapai Rp 4,5 triliun.

Humas PT Pegadaian kanwil VII Denpasar
Asisten Manager Humas PT Pegadaian Kanwil VII Denpasar, Made Mariawan 

Selain itu, potensi remitance di NTB juga cukup tinggi. Potensi ini adalah potensi pengiriman uang dalam bentuk valuta asing, baik penerimaan maupun pengeluaran dari tenaga kerja yang bekerja di luar negeri.

Ia menjelaskan,  tenaga kerja yang bekerja di luar negeri memiliki komposisi terbesar dari NTB yaitu 17.351 atau 88 persen.

Besarnya angka tenaga kerja yang bekerja di luar negeri ini, membuat NTB memiliki potensi besar untuk dikembangkan produk remitance-nya.

Sementara Bali hanya 1.664, dan NTT hanya 691 pekerja. Potensi produk Amanah juga besar di NTB.

Mariawan menjelaskan, pegawai negeri sipil merupakan profil nasabah yang besar dalam pengembangan produk Amanah.

“Dilihat dari komposisi PNS di Bali dan Nusra, memang NTT memiliki persentase terbesar yaitu 40,31 persen. Kemudian diikuti Bali 29,86 persen, dan NTB sebesar 29,83 persen,” sebutnya.

Walau demikian, NTB juga menjadi wilayah potensial untuk Amanah ini. Sementara itu, dilihat dari komposisi perbandingan masyarakat yang belum memiliki kendaraan.

Baca: Tak Disangka, Bocah SMP asal Indonesia Ini Viral Setelah Bobol Situs NASA Amerika, Begini Ungkapnya

Baca: 6 Bulan Sekali Panen Beras Hitam 6,5 Ton, Petani di Tabanan Kebingungan Cari Pasar

Provinsi NTT memiliki potensi besar, di mana 4.742.756 dari 5.371.519 atau 88,29 persen masyarakatnya belum memiliki kendaraan.

Selain itu, kredit kendaraan bermotor dari cabang syariah juga cukup potensial di NTB.

Cabang pegadaian syariah, kata dia, paling banyak ada di NTB.

“Masih banyak juga sebenarnya di NTB yang belum punya kendaraan, jadi potensinya besar, ini juga memengaruhi pemberian target yang besar,” katanya. 

Selain Amanah, NTB juga menjadi wilayah untuk pengembangan potensi produk pegadaian lainnya yaitu Kreasi.

“Besarnya jenis usaha pertanian di NTB hingga 33,05 persen, menunjang dalam pengembangan produk Kreasi khususnya Kreasi Flexy,” katanya.

Selain itu, mempertimbangkan potensi wilayah, dan demografi sehingga diputuskan NTB diberikan target paling besar.

Sementara itu untuk Bali, kredit cepat aman (KCA) atau gadai emas masih menyumbang pendapatan paling tinggi sehingga menjadi core bisnis di Pulau Dewata.

Baca: Gara-gara Unggah Status Meresahkan di FB soal Gunung Agung, Pria Ini Dibina Polisi & Meminta Maaf

Baca: Pemkab Badung Tanam 10 Bibit Mangrove Langka, Pelepasliaran Elang, Kura-kura, Biawak & Bulus

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved