Tingkatkan Layanan, Garuda Indonesia Luncurkan Fitur Layanan Virtual Reality Experience
Garuda Indonesia mengumumkan inovasi terbaru dalam peningkatkan layanan Inflight Entertainment melalui fitur Inflight Virtual Reality Experience
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Salah satu tahapan pengembangan teknologi yang dikembangkan adalah melalui integrasi fitur Cabin Announcement di fitur VR Experience, sehingga nantinya pengguna jasa yang sedang menikmati fasilitas VR Experience juga dapat mendengarkan cabin announcement.
Dengan integrasi teknologi yang semakin ‘seamless’ ini, tentunya kenyamanan pengguna jasa dalam menikmati fitur ini akan semakin teroptimalkan.
Baca: Dipicu Persoalan Rumah Tangga, Pria Ini Tega Rekayasa Kematian Istrinya dengan Cara Keji Begini
Baca: Chef Ganesha Pideksha Heats Up the Kitchen at Manisan and Petani Restaurant
“Integrasi VR dan Cabin Announcement pada layanan Garuda Indonesia ini juga merupakan terobosan pertama di dunia yang pernah dikembangkan Allosky-Skylights bersama maskapai penerbangan dunia,” paparnya.
Fitur integrasi ini juga telah diperkenalkan pada penerbangan Haneda - Jakarta pada tanggal 28 Maret 2019 lalu.
"Kami cukup optimistis dapat segera memperkenalkan fitur ini secara resmi dalam waktu dekat," tambahnya.
Selain integrasi fitur cabin announcement, Garuda Indonesia saat ini juga tengah menjajaki fitur online streaming pada fitur VR Experience ini.
Ari menambahkan, bersama Allosky-Skylights, ke depannya Garuda Indonesia akan terus mengembangkan berbagai inovasi pengembangan teknologi Inflight entertaiment, seperti fasilitas relaxing seat massage yang nantinya akan menjadi fasilitas relaxing massage seat pertama di dunia.
Virtual Reality (VR) merupakan terobosan teknologi terbaru dalam menunjang pilihan hiburan konten audio visual yang menghadirkan sensasi yang berbeda melalui pendekatan 3D dan wide angle screen 180/360 derajat.
Garuda Indonesia senantiasa berkomitmen untuk menghadirkan berbagai inovasi teknologi Inflight Entertainment yang tentunya tetap mengacu pada prosedur safety assesment yang tentunya mengacu standard safety layanan penerbangan internasional.(*)