Remaja Peretas Situs NASA Ingatkan Tingkat Keamanan Situs Pemerintah Rawan Disusupi Hacker

Namun, yang paling sering dicek adalah kelemahan sistem situs-situs milik pemerintah. Ia mengatakan, tingkat keamanan situs

Remaja Peretas Situs NASA Ingatkan Tingkat Keamanan Situs Pemerintah Rawan Disusupi Hacker
YouTube/Narasi Channel
Putra Aji Adhari 

TRIBUN-BALI.COM, TANGERANG - Putra Aji Adhari (15), remaja yang pernah meretas situs milik National Aeronautics and Space Administration ( NASA) mengaku sudah ratusan kali melakukan pengecekan keamanan terhadap berbagai instansi, mulai dari situs instansi bisnis, perbankan, maupun e-commerce.

Namun, yang paling sering dicek adalah kelemahan sistem situs-situs milik pemerintah. Ia mengatakan, tingkat keamanan situs pemerintah berlevel sedang, sehingga cukup rawan disusupi para hacker.

"Tapi tingkat keamanan dari situs pemerintah itu beda-beda sih tergantung developer-nya juga," kata Putra kepada Kompas.com, di Tangerang, Minggu (7/4/2019).

Putra mengaku hanya membutuhkan waktu sekitar 60 menit untuk menemukan celah kelemahan sistem situs pemerintah. Bahkan, ia mengaku pernah menemukan bug dalam waktu kurang dari sepuluh menit.

Baca: Ramalan Zodiak Senin 8 April 2019: Hidup Aries Terasa Monoton, Aquarius Harus Tebar Pesona

Baca: Sudikerta Jaminkan Sang Istri, Kuasa Hukum Optimistis Penangguhan Penahanan Disetujui Polda Bali

Baca: Tanaman Lidah Mertua Ternyata Punya Khasiat untuk Kesehatan

Catatan waktu itu cukup kontras jika dibandingkan dengan instansi-instansi swasta yang biasanya membutuhkan waktu satu hari.

Berbagai macam situs pemerintah sudah pernah ia retas, mulai dari situs pemerintah kota, provinsi, kementerian, Komisi Pemilihan Umum (KPU) hingga Badan Narkotika Nasional (BNN).

"Kalau (situs) pemerintah itu biasanya bisa masuk ke database, jadi data-data yang ada sama pemerintah bisa dilihat," ujarnya.

Data yang bisa dilihat cukup lengkap, mulai dari nama, tempat tanggal lahir, hingga kediaman setiap warga yang masuk dalam database tersebut. Database itu kemudian bisa dijual para black hat hacker ke berbagai pihak dan disalahgunakan.

"Kebanyakan data-data itu dijual para black hat ke dark web," kata Putra.

Meski bisa mendapatkan keuntungan besar dari menjual data-data tersebut, Putra sama sekali tidak tergoda melakukannya.

Halaman
12
Editor: DionDBPutra
Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved