Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Zona Merah Rabies Bertambah 6 Titik, Meningkat Berdasar Temuan Kasus Gigitan Anjing

Penambahan jumlah zona merah rabies ini dipengaruhi oleh temuan kasus baru gigitan anjing

Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Irma Budiarti
Dinas PKP
MELAWAN RABIES - Petugas vaksinasi Dinas PKP melakukan vaksinasi massal, Rabu (10/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Tahun 2019 ini zona merah rabies di Bangli mengalami peningkatan jumlah.

Berdasarkan pendataan terbaru, jumlah zona merah kini sebanyak 31 titik dari sebelumnya 25 titik.

Kepala Seksi (Kasi) Kesehatan Hewan (Keswan) Dinas Pertanian, Ketahanan Pangan, dan Perikanan (PKP) Kabupaten Bangli, I Made Armana mengungkapkan, penambahan jumlah zona merah rabies ini dipengaruhi oleh temuan kasus baru gigitan anjing.

Disebutkan pada tahun 2018, jumlah zona merah hanya sebanyak 25 titik.

Namun seiring berjalannya waktu, ditemukan sejumlah kasus gigitan baru, hingga kini enam desa lainnya ditetapkan menjadi zona merah.

“Penambahan zona merah itu diketahui sejak dimulainya vaksinasi tahun ini. Enam desa yang tergolong zona merah baru yakni Desa Yangapi, Kecamatan Tembuku; Desa Pengotan, Kecamatan Bangli; Desa Bantang, Desa Satra, Desa Ulian, Kecamatan Kintamani; dan Desa Pengiangan, Kecamatan Susut,” paparnya.

Armana mengungkapkan, vaksinasi massal hingga kini masih terus berlangsung sejak dimulai tanggal 18 Maret 2019 lalu.

Baca: Wanita Tewas dengan 27 Tusukan di Kamar Wisma Benhil Hanya Sewa Short Time

Baca: Prasasti di 15 Desa Kabupaten Buleleng Telah Teridentifikasi

Sasarannya pun masih di 31 desa yang masuk dalam daftar zona merah meski pihaknya mengaku 31 desa tersebut sudah didatangi oleh tim dari Dinas PKP.

“Memang sudah semua didatangi, namun belum semua cakupannya terpenuhi,” katanya.

Cakupan vaksinasi pada masing-masing desa yakni 95 persen dari estimasi populasi anjing.

Sedangkan hingga kini, persentase cakupan vaksinasi utamanya di 31 desa zona merah cenderung bervariasi.

“Ada yang baru 50 persen, ada yang 70 persen, ada pula yang sudah mencapai 95 persen. Untuk itu, hingga akhir bulan April ini, kami akan intensifkan vaksinasi dengan melakukan penyisiran kembali,” ungkapnya.

Belum tercapainya cakupan vaksinasi hingga hari ke 24 ini, sebut Armana lantaran banyaknya anjing yang diliarkan oleh pemiliknya.

Kendala lainnya yakni cuaca hujan juga menyebabkan vaksinasi tidak bisa berjalan dengan maksimal sehingga harus ditunda hingga hari berikutnya.

Baca: Duka Mus Mujiono Berdiri di Sisi Jenazah Mus Mulyadi, Menahan Tangis & Ungkap Momen Masa Kecil Ini

Baca: Kim Kardashian Pakai Arloji Spesial Ini saat Bertemu Presiden Donald Trump di Gedung Putih

Di samping itu, partisipasi masyarakat dalam vaksinasi masal juga dinilainya kurang.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved