Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Lima Koreografer Perempuan Rayakan Hari Kartini dengan Ciptakan Tari Kontemporer

Dalam rangka memperingati Hari Kartini, dilaksanakan lomba tari kontemporer bertajuk April Woman Space.

Panitia Lomba Tari Kontemporer
Pelakaanaan lomba tari kontemporer bertajuk April Woman Space 

Laporan Wartawan Tribun Bali, I Putu Supartika

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam rangka memperingati Hari Kartini, dilaksanakan lomba tari kontemporer bertajuk April Woman Space.

Lomba ini pertama kali digelar oleh komunitas Gumiart Bali Management, di GEOKS Singapadu Gianyar, Minggu (21/4/2019) malam.

Lomba yang diikuti oleh 5 koreografer wanita tersebut mengusung tema "Eksplorasi Seni Tradisi" dan bertujuan untuk memberikan ruang kreativitas bagi para koreografer wanita dalam semangat berkarya dengan spirit Kartini masa kini.

"Melalui kegiatan ini diharapkan dapat menumbuhkan jiwa kompetitif dalam berkompetisi bagi para wanita melalui karya-karya kontemporer," kata Ketua Komunitas Gumiart Bali, I Gede Gusman Adi Gunawan.

Alasan dipilihnya April Woman Space, tiada lain sebagai upaya mengadopsi filosofi ibu, dalam kodratnya wanita melahirkan, memberikan pendidikan, tunas peradaban bagi generasi penerusnya.

Baca: Bupati Karangasem Minta Perempuan Maknai Peringatan Hari Kartini

Baca: ‎Banyuwangi Tuan Rumah Peringatan Hari Otonomi Daerah Nasional

"Begitupun dalam kekaryaan seni tari kontemporer April Woman Space ini spesial menghadirkan kaum perempuan berkarya," paparnya.

Ke depannya ia berharap hal ini bisa bergulir dari tahun ke tahun.

"Kami yakini kegiatan ini memberikan dampak positif bagi ruang kreativitas seni kontemporer yang tetap menjaga akar tradisi budayanya," katanya.

Pengamat dan pakar budaya, Prof. Dr. I Wayan Dibia mengatakan, dari peserta yang ambil bagian tampil di atas panggung, banyak ide yang bagus, tapi dalam eksekusinya belum matang.

"Secara ide cukup bagus garapan yang ditampilkan, hanya saja eksekusinya belum maksimal, penampilan mereka kita apresiasi, kita dorong keberaniannya," kata Dibia.

Dikatakan, terkait Hari Kartini, perlu mendorong kreativitas anak muda khususnya koreografer wanita.

Baca: Sebagian Counter Check In Terminal Keberangkatan Domestik Bandara Ngurah Rai Masih Belum Beroperasi

Baca: Begini Deretan Hansip Cantik Ikut Andil Mengawal Pemilu 2019, Intip Identitasnya

"Persoalan kualitas nomor dua. Sebab kualitas itu bisa tercapai apabila ada keberanian tampil, sehingga ruang kreativitas koreografer kita lebih terasah, dan berani gagal dulu, kalau mau menjadi koreografer andal," katanya.

Ia menambahkan, minimnya ruang kreatif para komposer, koreografer muda dirasakan belakangan ini.

"Justru saya masih berbicara tentang ruang berkarya, apakah kebijakan Pemda memikirkan kembali, event bagi kegiatan seni kreativitas anak muda bisa dibuka kembali. Kita berharap ajang-ajang tersebut bisa dibuka kembali, perbanyak ruang kontemporer, agar tradisi baru tidak mandeg," harapnya.

Baca: Pemerintah Blokir Semua Medsos, Fakta Teror Bom Gereja dan Hotel di Sri Lanka Terkuak

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved