Pemilu 2019

PDIP Menang Telak Pileg 2019 di Bali,  Moncong Putih Kuasai DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi

Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) panen besar di Kota Denpasar pada Pemilu Legislatif (Pileg) 2019.

PDIP  Menang Telak Pileg 2019 di Bali,  Moncong Putih Kuasai DPRD Kabupaten/Kota dan Provinsi
NET
PDI Perjuangan 

Di tingkat DPRD Provinsi, PDIP juga menjadi partai terbanyak yang meloloskan calegnya pada Pileg 2019 ini.

Berdasarkan perhitungan internal PDIP dari sembilan kabupaten/kota, partai besutan Megawati Soekarnoputri ini diperkirakan meloloskan 32 caleg ke Renon.

Hanya menyisakan 23 kursi buat partai lain untuk memenuhi kuota 55 kursi dewan Bali.

Jumlah ini meningkat pesat dibanding Pileg 2014. Lima tahun lalu, PDIP mendapat 24 kursi DPRD Bali dari semua dapil.

Dari Dapil Jembrana, PDIP kembali meloloskan dua caleg. “Kalau kursi provinsi tetap dua kursi. Tapi suara provinsi naik," kata Kembang Hartawan.

Dari data yang dihimpun, perkiraan dua kursi yang akan naik ke provinsi ialah Srikandi PDI Perjuangan I Gusti Ayu Diah Werdi Srikandi Wedastraputri Suyasa, yang diperkirakan meraih 27 ribu suara, dan I Ketut Sugiasa (Ketua DPRD Jembrana) dengan raihan 22 ribu suara.

Sementara tiga kursi dipastikan diraih dari Dapil Karangasem. Pasalnya, suara yang diperoleh sekitar 85 ribu.

"Dari hitungan C1 untuk DPRD Provinsi Bali sudah dipastikan mendapat tiga kursi," ungkap I Gede Dana.

Mereka yang lolos adalah Ni Kadek Darmini, Nyoman Oka Antara, dan Nyoman Ngurah Purwa Arsana.

Jumlah kursi provinsi tahun sekarang meningkat dibanding tahun 2014. Sebelumnya, PDIP Karangasem hanya meloloskan dua kadernya ke provinsi.

Sedang PDIP Buleleng meraih enam kursi di DPRD provinsi, dari jatah 12 kursi di Dapil Buleleng. Ini setelah PDIP berhasil meraih suara sekitar 138 ribu lebih di Buleleng.

Tiga caleg yang notabenenya adalah "newcomer" berhasil mengalahkan suara semua incumbent. Tiga "newcomer" caleg DPRD Provinsi Bali dapil Buleleng dari PDIP tersebut yakni, Gusti Ayu Aries Sujati yang tak lain adalah istri Bupati Buleleng Putu Agus Suradnyana, dengan perolehan suara diperkirakan 25 ribu lebih.

Kemudian disusul Bendahara DPD PDIP Bali yang masih duduk sebagai Ketua Komisi I DPRD Buleleng Putu Mangku Mertayasa dengan suara sekitar 21 ribu lebih.

Selanjutnya, Ketut Rochineng mantan birokrat Pemprov Bali dengan perolehan suara diperkirakan sekitar 20 ribu lebih.

Kemudian disusul incumbent Kadek Setiawan dengan perolehan suara diperkirakan sekitar 15 ribu lebih, Dewa Made Mahayadnya dengan perolehan suara sekitar 11 ribu lebih.

Serta Dewa Nyoman Rai sekitar 10 ribu lebih suara.

Dan yang masih belum dapat ditentukan nasibnya bisa lolos ke gedung dewan di Renon ini atau tidak ialah Gede Kusuma Putra, dengan perolehan suara sekitar 9 ribu lebih.

Ketua DPC PDIP Buleleng, Putu Agus Suradnyana, dikonfirmasi Minggu (21/4) membenarkan ada enam caleg yang berhasil lolos di kursi DPRD Bali.

Pria yang juga menjabat sebagai Bupati Buleleng ini pun berharap kepada para caleg yang berhasil lolos agar bisa membawakan aspirasi masyarakat dengan baik.

"Baru enam. Dilihat dari perolehan suara ini, kepercayaan masyarakat terus meningkat pada PDIP, ditengah persaingan ketat di bawah," singkatnya.

Sedangkan dari Tabanan, PDIP potensial menyambar kursi DPRD Bali melalui  I Nyoman Adi Wiryatama, I Ketut Purnaya, I Ketut Boping Suryadi, I Made Supartha, dan I Gusti Ayu Manik Ariani.

Ada 6 kursi DPRD Bali yang diperebutkan di Dapil Tabanan dalam Pileg 2019.

Sementara, dari Dapil Gianyar PDIP dipastikan merebut 5 kursi DPRD Bali, setelah berhasil meraih kisaran 150.000 suara.

Keempat kursi tersebut masing-masing direbut Kadek Diana, Ni Luh Yuniati, Made Budastra, Made Rai Warsa, dan AAG Agung Wira Mantara.

Di sisi lain, Ketua Bappilu DPD PDIP Bali, IGN Alit Kesuma Kelakan, mengklaim bahwa untuk kursi DPRD Bali Dapil Denpasar sudah mengunci lima kursi.

Perolehan ini meningkat satu kursi jika dibandingkan dengan perolehan suara pada Pileg 2014 lalu yang hanya mendapat empat kursi.

“Untuk DPRD Provinsi Dapil Kota meningkat itu, naik satu,” paparnya, di Kantor DPD PDIP Bali, Denpasar, Senin (22/4).

Ia mengaku ada beberapa faktor yang menyebabkan partainya memiliki peningkatan kursi dibandingkan dengan Pemilu 2014 lalu.

Kelakan sendiri menyebut ada dua faktor kunci penyebab peningkatan jumlah kursi tersebut, di antaranya ialah faktor Jokowi effect dan Koster effect.

Selain itu, ia menjelaskan semua elemen partai baik yang duduk di kursi eksekutif maupun legislatif bahu-membahu dalam memenangkan PDIP. (gil/ang/ful/mit/rtu)

Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved