Kepala SMKN 5 Denpasar Bersyukur Pertama Kali Dikunjungi Menkes

Menteri Kesehatan (Menkes) RI, Prof Nila Djuwita F Moeloek melakukan kunjungan kerja ke SMKN 5 Denpasar

Kepala SMKN 5 Denpasar Bersyukur Pertama Kali Dikunjungi Menkes
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Kepala SMKN 5 Denpasar, I Made Buda Astika. Kepala SMKN 5 Denpasar Bersyukur Pertama Kali Dikunjungi Menkes 

“Kami sangat bersyukur beliau berkenan untuk berkunjung ke SMKN 5 Denpasar. (Kunjungan) Ini akan menjadi motivasi tersendiri untuk civitas akademika, baik siswa maupun guru-guru kami,” ucapnya.

Ia menyatakan kunjungan Menkes ini merupakan yang pertama kali dilakukan oleh seorang Menteri Kesehatan

Maka dari itu ke depan diharapkan lebih banyak lagi menteri-menteri lain dan bahkan Presiden berkunjung ke SMKN 5 Denpasar, sehingga sekolah bisa lebih termotivasi untuk membenahi diri termasuk para siswa dan guru.

Baca: Chatting Vanessa Angel Dibuka, Terkuak Layani Intim karena Tak Ada Duit untuk Rayakan Ulang Tahun

Baca: Meski Bermanfaat Bagi Kesehatan, Ini Fakta Air Rendaman Rambut Jagung yang Harus Diketahui

Acara juga diisi dengan kuis berhadiah sepeda.

Empat orang siswa diberikan masing-masing sebuah sepeda setelah berhasil menjawab pertanyaan-pertanyaan yang diberikan Menkes.

Selain itu sekolah juga diberikan dua unit sepeda yang bisa digunakan untuk seluruh warga sekolah.

“Ini merupakan bentuk penghargaan luar biasa dengan pemberian empat buah sepeda untuk anak-anak yang bisa menjawab pertanyaan yang disiapkan oleh panitia, ditambah dua sepeda yang khusus diberikan pada sekolah,” tutur Made Buda.

Rencananya dua sepeda yang khusus diberikan kepada sekolah akan digunakan untuk operasional internal sekolah, untuk pegawai ataupun siswa yang ingin memfotokopi, serta untuk penjaga sekolah berkeliling di sekitar sekolah.

Ia menambahkan, fasilitas kesehatan seperti Unit Kesehatan Sekolah (UKS) sudah lengkap karena SMKN 5 Denpasar selalu dibimbing oleh Puskesmas Denpasar Timur.

Lanjutnya, petugas Puskesmas biasanya berkunjung sebanyak dua kali sebulan membina petugas UKS dan siswa untuk meningkatkan kemampuan dan pengetahuan terkait UKS.

“UKS kita dipandang sudah representatif untuk menjadi salah satu UKS sekolah, dan bermanfaat untuk P3K bila ada kejadian-kejadian yang tidak diinginkan, seperti kecelakaan atau siswa sakit saat jam pelajaran,” imbuhnya. (*)

Penulis: Wema Satya Dinata
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved