Berita Pemkot Denpasar

Raih Penghargaan WBK dari KemenPAN RB 2018, Kemenag Denpasar Didaulat Menuju WBBM

Kementerian Agama Kota Denpasar didaulat menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM)

Raih Penghargaan WBK dari KemenPAN RB 2018, Kemenag Denpasar Didaulat Menuju WBBM
Humas Pemkot Denpasar
Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni saat memberikan sambutan dalam acara Penandatanganan Pencanangan Zona Integritas WBK menuju WBBM) di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Rabu (24/4/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Setelah sukses mendapatkan Apresiasi dan Penganugerahan Zona Integritas Wilayah Bebas Korupsi (WBK) dari Kementerian PANRB tahun 2018 lalu, Kementerian Agama Kota Denpasar didaulat menuju Wilayah Birokrasi Bersih Melayani (WBBM) dan menjadi hal yang membahagiakan.

Hal tersebut diungkapkan oleh Kepala Kanwil Kementerian Agama, Provinsi Bali, I Nyoman Lastra, saat menghadiri acara Penandatanganan Pencanangan Zona Integritas WBK menuju WBBM, di Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Rabu (24/4/2019).

Nampak hadir perwakilan Inspektorat Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Suryantara, Kepala Ombudsman Perwakilan (ORI) Provinsi Bali Umar Ibnu Al Khatab, dan jajaran OPD terkait di lingkungan Pemerintah Kota Denpasar.

Baca: Duel Barcelona Vs Liverpool, Juergen Klopp Anggap Keren Karena Timnya Bukan Favorit

Baca: Menkes Nila Djuwita F Moeloek Apresiasi Rumah Berdaya Denpasar

Dalam sambutannya, Kepala Kantor Kementerian Agama Kota Denpasar, Komang Sri Marheni mengatakan bahwa acara yang diselenggarakan ini adalah wujud kepedulian terhadap tuntutan masyarakat akan birokrasi yang bersih, transparan, profesional, akuntabel dan bebas dari korupsi.

“Proses pembangunan Zona Integritas WBK menuju WBBM tidak dapat dipisahkan dari komitmen kuat jajaran terkait dan juga masyarakat,” ungkapnya.

Diketahui, syarat untuk menuju WBBM sudah dilewati seperti Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) dengan capaian nilai 88,13, evaluasi pembangunan Zona Intergritas (ZI) dengan nilai 94,64 (sangat baik), evaluasi pembangunan Reformasi Birokrasi (RB) dengan nilai 99,00 (istimewa), dan persyaratan lainnya.

“Dari 5 Satker Kemendag se-Indonesia yang dievaluasi, hanya satu yang dinyatakan memenuhi syarat yaitu Kota Denpasar,” tambahnya.

Baca: Dari Pesan WhatsApp Terungkap, Vanessa Angel Ingin Berhenti Nakal Karena Ingin Menikah

Baca: Comvalius Comeback ke Liga 1 Bela Arema, Teco: Beritahu Dia Jangan Bikin Gol ke Gawang Bali United

Hal tersebut diapresiasi pula oleh perwakilan Inspektorat Kota Denpasar, Ida Bagus Alit Suryantara yang sangat bangga dengan capaian ini.

“Harapannya ke depan semua stakeholder terkait mampu terus bekerjasama dan bersinergi mencipatakan pelayanan yang berkualitas,” ungkapnya.

Peningkatan kualitas pelayanan terus ditingkatkan, salah satunya dengan dibentuk dan dipilihnya Agen Perubahan yang terdiri dari 8 orang ASN dengan program positifnya masing-masing.

Salah satunya adalah Ketut Panji Budiawan, yang menekankan pada program “Salam, Senyum, Sapa”.

Pihknya mengatakan, para Agen Perubahan siap bersinergi menciptakan pelayanan yang berkualitas, sesuai visi misi SANTIH (Santun Amanah Nyaman Tulus Iklas dengan Hati). (*)

Editor: Irma Budiarti
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved