Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Smart Woman

Bangun Perpustakaan 'Bu Made' di Pancasari, Ratih Kumala Nyalakan Harapan dari Desa

Perpustakaan yang diberi nama Bu Made (Buku Masuk Desa) itu, ia dirikan bersama beberapa kawannya yang peduli terhadap pendidikan di Desa Pancasari

Tayang:
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Widyartha Suryawan
Dok Pribadi / Kolase Tribun Bali
Luh Putu Ratih Kumala Dewi (kiri) dan kegiatan anak-anak ketika belajar di Perpustakaan Bu Made, Desa Pancasari, Buleleng. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Luh Putu Ratih Kumala Dewi, tidak berlebihan kiranya menyebut gadis kelahiran Pancasari,14 Maret 1996 ini sebagai pahlawan pendidikan di tanah kelahirannya.

Sejak dua tahun lalu, ia berjuang membangun kelas belajar dan perpustakaan bagi anak-anak sekolah dasar (SD).

Perpustakaan yang diberi nama Bu Made (Buku Masuk Desa) itu, ia dirikan bersama beberapa kawannya yang peduli terhadap pendidikan, yakni Gede Suyadnyana, Winda Kristina, dan Hendra Redityawan.

Hadirnya perpustakaan ini bisa memberikan jalan cerah bagi pendidikan anak-anak di sana.

Ratih menceritakan, anak-anak di Desa Pancasari memang hampir keseluruhan sudah menempuh pendidikan di jenjang SD.

Meski demikian, akses bahan bacaan terbilang cukup terbatas. Kondisi ini diperparah dengan keberadaan Desa Pancasari yang sangat jauh dari kota kabupaten sehingga sulit untuk mengakses buku-buku.

Selain jaraknya yang sangat jauh, harga buku juga terbilang lumayan. Permasalahan inilah yang coba dipecahkan oleh Ratih dan kawan-kawannya.

"Jadi dari dua tahun lalu kita bikin kelas mingguan mengajar anak-anak di situ, kadang matematika, kadang bahasa Inggris," kata Ratih saat dihubungi Tribun Bali, Kamis (2/5/2019).

Berhasil melaksanakan kelas mingguan, komunitas ini akhirnya berpikir untuk membuat taman baca. Tujuannya agar anak-anak yang ikut kelas mengajar tidak hanya datang pada hari Minggu saja.

"Kalau mereka pengen dateng di luar kegiatan hari Minggu, bisa datang," kata Ratih.

Tahun 2017 akhir, timnya mulai mengumpulkan buku-buku untuk pembangunan perpustakaan. Pengumpulan buku-buku ini dilakukan dengan mencari donasi.

Mereka juga menjalin kerjasama dengan Komunitas Lemari Lemari Buku di Jakarta. Komunitas ini mengumpulkan dan mendonasikan buku, lalu dikirim ke perpustakaan di daerah, terutama di desa-desa.

"Jadi pertama kali itu dapet buku dari mereka. Terus, karena Om De (Gede Suyadnyana) itu suka posting-posting di Facebook, jadi orang-orang di sekitar sini (Pancasari) juga ikut bantu kirim-kirim buku," kata lulusan Ekonomi Universitas Indonesia (UI) itu.

Ketika buku sudah dirasa cukup, akhirnya perpustakaan pun mulai dibangun dan akhirnya berhasil diresmikan tepat pada Hari Kemerdekaan setahun lalu.

"Jadi kita ngerasa sudah cukup nih bukunya (untuk) bikin perpusnya. Jadi peresmian tahun lalu pada 17 Agustus 2018. Ya akhirnya kita bikin acara pendirian gitulah," jelasnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/3
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

Update Jadwal & Skor
Grup B - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 02:00 WIB
Qatar
Qatar
1 - 1
Switzerland
Swiss
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 05:00 WIB
Brazil
Brasil
1 - 1
Morocco
Maroko
Grup C - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 08:00 WIB
Haiti
Haiti
0 - 1
Scotland
Skotlandia
Grup D - Matchday 1
Minggu, 14 Juni 2026 | 11:00 WIB
Australia
Australia
2 - 0
Turkiye
Turki
Lihat Selengkapnya
Semua Jadwal Laga
Memuat video…
© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved