Ramadan 2019

Sejarah Tradisi Tabuh Beduk Saat Ramadan, Tentara Belanda Kocar-kacir Dengar Suara Tedur?

Tradisi bulan Ramadan tak bisa dilepaskan dari bunyi tetabuhan beduk dan kentongan

Sejarah Tradisi Tabuh Beduk Saat Ramadan, Tentara Belanda Kocar-kacir Dengar Suara Tedur?
www.datasunda.org via GridHot.ID
Ilustrasi Beduk. Sejarah Tradisi Tabuh Beduk Saat Ramadan, Tentara Belanda Kocar-kacir Dengar Suara Tedur? 

Tetabuhan momentum-momentum tertentu itulah yang disebut tedur.

"Kalau di sini ketukan pukulan beduk dan kentongan antara waktu salat satu dengan yang lain berbeda-beda. Kalau tedur, pukulannya lebih ritmik," terangnya.

Ketika ditanya asal muasal nama tedur, KH Chalwani mengaku tidak begitu paham. 

Nama itu telah turun temurun dipakai sejak zaman dahulu.

Di Purworejo Jawa Tengah, tradisi tedur tidak hanya dilakukan di Berjan saja.

Namun Pesantren dan masjid di desa-desa juga banyak yang melakukannya.

Baca: Berjuluk Orang Paling Beruntung, Ini Kisah Selak Selamat dari Maut 7 Kali & Menang Lotre Rp 14 M

Baca: UPDATE Kasus Mutilasi Kasir Cantik Indomaret, Sosok Ini Diburu Polisi

"Memang saat ini, tedur tidak lagi sesemangat zaman dulu. Maka di An-Nawawi saya memberikan penekanan kepada para santri agar tedur tetap dilestarikan agar tidak punah termakan zaman," ujarnya.

Dalam perjalanan sejarahnya, tedur pernah berjasa turut serta berperan mengusir penjajah Belanda.

Ceritanya, saat tentara Belanda melakukan patroli, dari kejauhan terdengar suara beduk ditabuh.

Kemudian para tentara itu berhenti dan bertanya kepada warga perihal suara tedur yang sayup-sayup terdengar dari kejauhan.

Halaman
1234
Editor: Irma Budiarti
Sumber: GridHot.id
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved