Dharma Wacana

Makna Hari Suci Pagerwesi

Pagerwesi merupakan hari suci umat Hindu yang jatuh setiap empat hari setelah Hari Saraswati.

Makna Hari Suci Pagerwesi
TRIBUN BALI
Ida Pandita Mpu Jaya Acharya Nanda 

Jadi dapat kita simpulkan bahwa Pagerwesi  merupakan hari yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan yang diturunkan melalui para guru.

Ilmu pengetahuan itu mengalir, melembaga dalam proses mewujudkan jagadhita.

Guru yang harus dihormati dalam hal ini adalah catur guru.

Guru Rupaka (orangtua), Guru Pengajian (guru di sekolah), Guru Wisesa (pemerintah) dan Guru Swadyaya (Ida Sang Hyang Widhi). 

Terkait munculnya istilah Pagerwesi tidak boleh menduduki bangku di dunia pendidikan dan pemerintahan, mungkin itu cara penghormatan yang berlebihan, sehingga merusak nilai yang sebenarnya dari Pagerwesi.

Dalam penjelasan ini, bisa disimpulkan bahwa Pagerwesi adalah penghormatan kepada guru. Tapi selama ini, pelaksanaan Pagerwesi kok tidak terlihat seperti itu?

Bahkan kesan hari suci tidak begitu terasa, yang terasa  hari liburnya saja. Ya  memang, hal ini disebabkan oleh tradisi kita.

Khususnya di Gianyar, penghoratan pada para pendeta, kepada orang yang memberikan tuntunan pada kita justru dilakukan pada hari menjelang Saraswati.

Karena dekatnya jarak antara Saraswati dengan guru, maka Pagerwesi tidak menjadi suatu hari yang sangat istimewa.

Namun sepintas saya dengar bahwa di Bali Utara dalam hal ini Buleleng, walaupun tidak bersifat umum, pelaksanaan Pagerwesi itu melebihi  hari Galungan.

Halaman
123
Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved