Kisah Warga Bali Trans dari Lampung Terpilih Jadi Anggota DPR RI, Komang Koheri Raih 45.935 Suara

Bali patut berbangga di ajang Pemilu Serentak 2019. Bagaimana tidak, satu lagi semeton Bali yang berada di luar Bali mampu menembus Senayan.

Kisah Warga Bali Trans dari Lampung Terpilih Jadi Anggota DPR RI, Komang Koheri Raih 45.935 Suara
dok/ist
Sosok warga Bali Trans yang tembus ke Senayan, I Komang Heri. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Bali patut berbangga di ajang Pemilu Serentak 2019.

Bagaimana tidak, satu lagi semeton Bali yang berada di luar Bali mampu menembus Senayan.

Setelah dr Dewa Putu Ardika Seputra Sp.OG lolos terpilih menjadi Senator atau anggota DPD RI dari Sulawesi Tenggara (Sultra), kini langkah ke Senayan diikuti oleh putra Bali lainnya, I Komang Koheri.

Bedanya, Koheri –begitu ia biasa disapa-- lolos sebagai anggota DPR RI daerah pemilihan (dapil) Lampung II dari PDI Perjuangan.

Dapil tersebut meliputi tujuh kabupaten/kota yakni Kabupaten Mesuji, Kabupaten Tulang Bawang Barat, Kabupaten Lampung Tengah, Kabupaten Lampung Utara, Kabupaten Tulang Bawang, Kabupaten Lampung Timur, dan Kabupaten Way Kanan.

Dari data yang berhasil dihimpun Tribun Bali, Koheri berhasil mencuri satu kursi dari 10 kursi yang diperebutkan dari dapil di provinsi yang dikenal sebagai Bumi Ruwa Jurai itu.

Ia meraih 45.935 suara.

Saat dikonfirmasi Tribun Bali, Senin (13/5), Koheri membenarkan dirinya terpilih sebagai anggota DPR RI dapil Lampung.

Politikus PDIP ini bahkan mengaku ini merupakan prestasi yang pertama kalinya berhasil diraih oleh warga transmigrasi asal Bali (Bali trans) di Lampung.

"Yang pertama kita bangga, di satu sisi ini baru pertama kali di Lampung," katanya saat dihubungi dari Denpasar, Senin (13/5).

Pria yang juga mantan aktivis Kesatuan Mahasiswa Hindu Dharma Indonesia ini mengaku di beberapa periode sebelumnya sempat ada tokoh-tokoh masyarakat Bali trans di Lampung yang mencoba peruntungannya untuk maju ke Senayan, namun saat itu mereka gagal.

Koheri merupakan putra Bali trans kelahiran 25 November 1972 di Kampung Rama Dewa, Kecamatan Seputih Mataram, Kabupaten Lampung Tengah.

Ia merupakan putra keempat dari tujuh bersaudara pasangan I Made Linteb dan Ni Made Sasih yang bertransmigrasi dari Desa Kukuh, Kecamatan Kerambitan, Kabupaten Tabanan, pada 1957 silam.

Dua Periode DPRD

Sebelumnya Koheri telah dua periode duduk di kursi DPRD Lampung.

Pimpinan PDIP lalu memberinya kepercayaan untuk maju sebagai caleg DPR RI dari Dapil Lampung II.

Sementara istrinya, Ni Ketut Dewi Nadi, maju sebagai caleg DPRD Lampung dari PDIP. 

"Saya sudah dua periode menjadi anggota DPRD Provinsi dari dapil Lampung VII yang meliputi Kabupaten Lampung Tengah," kata dia.

Koheri merupakan satu-satunya krama Bali yang bertarung memperebutkan kursi DPR RI di Lampung pada Pemilu 2019.

Sedangkan lima politikus asal Bali lainnya yang jadi petahana, tetap berlaga di tingkat DPRD Provinsi.

Yang menarik, pada pencalegan di Pemilu 2019 ini, Koheri mengaku diberikan nomor paling buntut dalam pencalegan di PDI Perjuangan Lampung.

Namun, nomor tersebut justru jadi hoki baginya.

"Saya diberikan kepercayaan untuk maju, istilahnya dikasih nomor buntut tapi hoki buat saya, nomor 10 lah. Saya nggak pernah minta nomor, semua nomor saya anggap bagus," papar Koheri.

Dalam pertarungan tersebut Koheri harus menghadapi beberapa nama beken.

Di antaranya anggota DPR RI PDIP incumbent, Henry Yosodiningrat, anggota DPR RI PDIP incumbent, Itet Sumarijanto, politikus senior Partai Golkar, Azis Syamsuddin, dan sederet nama lainnya.

"Yang bertanding di sini nama-nama besar, ada Henry Yosodiningrat, ibu Itet dua-duanya incumbent, dan beberapa nama lainnya. Karenanya saya bersyukur bisa lolos," terangnya.

Ia mengaku dalam perjalanan ke Senayan tersebut tidak banyak mengeluarkan biaya.

“Ya tak banyak biaya yang saya keluarkan,” akunya.

Selain itu, ia juga tidak hanya mendapat dukungan dari warga trans Bali yang ada di Lampung.

Tapi juga dari berbagai kalangan yang dirangkul dalam komunitas Paguyuban Lampung-Bali.

“Selain dukungan dari masyarakat trans Bali, saya didukung  semua kalangan di Lampung. Saya total berhasil meraih 45.935 suara,” ungkapnya.

Pengusaha Sukses

Koheri di kampung halamannya, Kampung Rama Dewa, dikenal sebagai pengusaha sukses, Ia menekuni dunia usaha sejak kuliah di jurusan Managemen STIE Lampung.

Usahanya adalah menjual beras, serta hasil perkebunan seperti sawit dan karet.

Dengan usaha yang terus berkembang, Koheri kemudian merambah bisnis properti dan menjadi kontraktor.

Tak sampai di situ, Koheri juga sukses mendirikan Koperasi Tri Dharma, yang kemudian berkembang menjadi Bank Perkreditan Rakyat (BPR) Tara tahun 1999.

Dengan pengalamannya dua kali menjadi anggota DPRD Lampung, Koheri pun banyak melakukan investasi sosial.

Berkat ketokohannya pula, ia juga pernah digadang-gadang menjadi bakal Calon Wakil Gubernur Lampung ini.

Kini Koheri berharap dirinya ditempatkan di Komisi IV DPR RI.

Komisi yang meliputi bidang pertanian perkebunan itu dianggap sesuai dengan potensi dapil yang ada di wilayahnya.

"Saya berharap di Komisi IV ya, apalagi dapil saya daerah pertanian dan perkebunan," paparnya.

Di DPR RI nanti, Koheri akan bergabung bersama sembilan anggota DPR RI Dapil Bali.

Mereka adalah I Made Urip (PDIP/Tabanan), IGN Alit Kusuma Kelakan (PDIP/Denpasar), I Nyoman Parta (PDIP/Gianyar), I Wayan Sudirta (PDIP/Karangasem), I Gusti Agung Rai Wirajaya (PDIP/Denpasar), I Ketut Kariyasa Adnyana (PDIP/Buleleng), Gede Sumarjaya Linggih (Golkar/Buleleng), AA Bagus Adhi Mahendra Putra (Golkar/Badung), dan Putu Supadma Rudana (Demokrat/Gianyar).

(*) 

Penulis: Ragil Armando
Editor: Ady Sucipto
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved