Ramadan 2019
ASPD Ketapang-Gilimanuk Siagakan 56 Kapal Selama Mudik Lebaran 2019
PT ASDP Indonesian Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk telah menyiapkan sebanyak 56 kapal untuk beroperasi selama mudik lebaran 2019
Penulis: I Wayan Sui Suadnyana | Editor: Irma Budiarti
ASPD Ketapang-Gilimanuk Siagakan 56 Kapal Selama Mudik Lebaran 2019
Laporan Wartawan Tribun Bali, I Wayan Sui Suadnyana
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - PT Angkutan Sungai Danau dan Penyeberangan (ASDP) Indonesia Ferry Cabang Ketapang-Gilimanuk kurang lebih sejak sebulan lalu telah melakukan berbagai persiapan guna menghadapi arus mudik Lebaran 2019/1440 Hijriyah.
Salah-satu hal yang dipersiapkan yakni dari segi sarana dan prasarana berupa kapal yang akan dipakai untuk mengangkut penumpang, kendaraan maupun barang.
General Manager PT ASDP Indonesian Ferry Fahmi Alweni mengatakan, pihaknya telah menyiapkan sebanyak 56 kapal untuk beroperasi selama mudik lebaran 2019 ini.
Dari jumlah itu, ada sebanyak 32 buah kapal yang akan dioperasikan per hari, yang akan di-floating di masing-masing tujuh dermaga.
"Untuk dermaga satu, dua, tiga dan empat kami mem-floating masing-masing dermaga diisi dengan lima kap dan untuk dermaga sisanya tiga dermaga kami isi dengan empat kapal," kata dia.
Baca: Bisa Donor Darah di Dalam Mobil, Tabanan Terima Bantuan dari Jepang
Baca: Demi Beri Hadiah Untuk Pacar, Gedu Nekat Angkut Kulkas di Sebuah Villa Kosong Ubud
Hal itu Fahmi jelaskan saat ditemui usai rapat Koordinasi Penyelenggaraan Angkutan Lebaran di Provinsi Bali tahun 2019 di Swiss-Belresort Watu Jimbar, Sanur, Denpasar, Selasa (21/5/2019).
Rapat tersebut dilaksanakan oleh Balai Pengelola Transportasi Darat (BPTD) Wilayah XII Provinsi Bali dan Provinsi Nusa Tenggara Barat (NTB), dihadiri oleh Direktur Transformasi Sungai, Danau dan Penyebrangan Direktorat Jendral Perhubungan Darat Kementerian Perhubungan RI Candra Irawan.
Selain itu juga hadir Dinas Perhubungan provinsi serta kabupaten/kota se-Bali, Polres/Polresta se-Bali, Dewan Pimpinan Daerah Organisasi Angkutan Darat (DPS Organda) Bali, Ditlantas Polda Bali, BMKG, Dinas Kesehatan Provinsi Bali dan Basarnas.
Fahmi mengatakan bahwa pada lebaran 2019 ini pihaknya berusaha maksimal untuk mengangkut kendaraan, karena diprediksi akan didominasi kendaraan pribadi seperti roda dua dan roda empat.
"Target trip kami dalam menghadapi angkutan lebaran per hari 578 trip," jelasnya.
Fahmi mengaku pihaknya sengaja mem-floating kapal hanya sebanyak lima kapal, karena jika mencapai enam kapal maka ditakutkan akan terjadi pengapungan di laut, terlebih jarak tujuan antara Gilimanuk-Ketapang tidak terlalu jauh.
Baca: Demi Beri Hadiah Untuk Pacar, Gedu Nekat Angkut Kulkas di Sebuah Villa Kosong Ubud
Baca: Enam Ekor Sampel Negatif Rabies, Total Vaksinasi Massal Rabies di Tabanan Sudah 50 Persen
"Di tempat yang lebih jauh kalau di-floating banyak kapal sering terganggu juga," terangnya.
Dirinya berharap dalam menghadapi arus mudik Lebaran 2019 ini, terutama dalam keadaan puncak, kondisi cuaca dapat bersahabat dan tidak ada kendala berarti.