Breaking News:

Mudik Lebaran 2019

Jelang Mudik Lebaran 2019, Baru 2 Maskapai Ajukan Extra Flight di Bandara Ngurah Rai

“Yang mengajukan baru ada dua maskapai (pengajuan extra flight) berjumlah 212 extra flight. Dan tentu akan masih terus bertambah lagi nantinya,”

Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Rizki Laelani
Tribun Bali / Zaenal Nur Arifin
Suasana terminal kedatangan internasional Bandara I Gusti Ngurah Rai Bali dimana ditempatkan thermo scanner untuk mendeteksi suhu tubuh penumpang. 

Tiap bandara wilayah kerja Kantor Otoritas Bandara Wilayah IV wajib menyelenggarakan Posko Angkutan Lebaran tgl 29 Mei sampai 13 Juni (H-7 s/d H+7).

Elfi Amir menambahkan peningkatan koordinasi antar stakeholder komunitas bandara. Pengecekan ulang/inspeksi terhadap Fasilitas, SDM dan Prosedur.

Fokus pada pengawasan Tarif Batas Atas angkutan udara, Delay Management dan Pelayanan terhadap penumpang. Berpegang teguh prinsip mengutamakan keselamatan, keamanan dan pelayanan (3S+1C).

“Diharapkan penyelenggaraan acara rakor persiapan angkutan lebaran 2019 mampu meningkatkan koordinasi dan kolaborasi antar unsur terkait, penyelenggaraan angkutan lebaran dapat berjalan SELAMANYA (selamat, aman dan nyaman),” ungkapnya.

Beberapa waktu lalu, Direktur Jenderal Perhubungan Udara (Dirjen Hubud) Polana B Pramesti menyampaikan kesiapan angkutan udara dalam melayani masyarakat saat mudik dan balik Lebaran.

“Kami dari Direktorat Jenderal Perhubungan Udara akan fokus pada tiga aspek dalam persiapan Operasi Angkutan Lebaran 2019. Ketiga aspek tersebut adalah keselamatan, keamanan, dan pelayanan. Dan kami siap memberikan pelayanan prima kepada para pemudik," ungkap Polana, melalui rilis resmi yang diterima tribunbali.com, Jumat (10/5/2019).

Langkah-langkah yang ditempuh Ditjen Hubud dalam memastikan kesiapan Angkutan Lebaran 2019 salah satunya melakukan rampcheck rutin prasarana dan sarana penunjang operasional penerbangan dan bandara.

Ia memprediksikan bahwa puncak arus mudik diprediksi terjadi pada 31 Mei 2019 atau H-5 Lebaran. Sementara puncak arus balik diprediksi akan terjadi pada 8-9 Juni 2019 atau H+1 & H+2 Lebaran.

“Kami berharap seluruh stakeholder penerbangan dapat mempersiapkan diri dalam melayani penerbangan angkutan lebaran, baik dari segi keselamatan, keamanan dan pelayanan selama proses penerbangan," ujar Polana.

Ditjen Hubud telah mengidentifikasi beberapa hal yang perlu diantisipasi dalam angkutan lebaran.

Halaman
123
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved