Ras Anjing Kintamani Mendapat Pengakuan Dunia, Kini Seekor Harganya Mencapai Rp 5 Juta
Anjing Kintamani yang telah ditetapkan sebagai ras anjing dunia membawa berkah untuk kalangan peternak, penjualan anak anjing ras Kintamani meningkat
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Widyartha Suryawan
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anjing Kintamani yang telah ditetapkan sebagai ras anjing dunia membawa berkah untuk kalangan peternak.
Sejak penetapan itu, peternak mengaku mengalami peningkatan penjualan anak anjing ras Kintamani.
Peternak anjing Kintamani asal Desa Pengotan, Kintamani, I Nengah Darsana mengatakan permintaan pembelian anjing Kintamani sangat signifikan setelah mendapatkan pengakuan dunia.
Tak jarang pecinta anjing yang langsung mencari ke sumber-sumber pemuliabiakan anjing Kintamani.
“Sebelumnya, permintaan anjing kintamani anakan, paling banyak dua ekor dalam sebulan. Namun setelah mendapat pengakuan dunia, permintaannya bertambah menjadi 10 ekor tiap bulan. Bahkan ada yang sudah memesan saat indukannya sedang bunting. Seperti saat ini, dua indukan saya yang sedang bunting sudah dipesan oleh calon pembeli,” ucapnya, Jumat (24/5/2019).
Darsana mengatakan, kebanyakan calon pembeli mencari anjing Kintamani kategori anakan. Ini disebabkan anjing Kintamani anakan tergolong lucu untuk diajak bermain.
Biasanya, untuk bisa dipisahkan dari induknya anjing Kintamani minimal berusia dua hingga dua setengah bulan.
“Peminat anjing Kintamani tidak hanya dari Bali saja. Namun juga dari luar Bali seperti Jawa, hingga wisatawan asing dari China. Untuk WNA yang membeli anjing Kintamani, kebanyakan pemilik vila-vila di kawasan Kuta, Seminyak, Kerobokan untuk dijadikan peliharaan. Selain bagus untuk peliharaan, anjing Kintamani juga mudah untuk perawatannya,” ujarnya.
Harga anjing Kintamani dipatok berdasarkan kualitasnya. Tak jarang dengan kualitas unggul dihargai Rp 5 juta untuk kategori anakan.
Sedangkan dirinya, kategori anakan yang masuk standarisasi dan telah bersertifikat (stambum) dijual antara Rp 2 hingga Rp 2,5 juta.
“Kalau kelas pet atau non-stambum dijual seharga Rp 1 jutaan. Seluruhnya masih berusia dibawah enam bulan, minimal 2,5 bulan,” bebernya.
Di lain sisi, Darsana mengatakan untuk bisa diakui dunia merupakan perjuangan berat pihaknya di komunitas anjing kintamani, HTAKB (Himpunan Trah Anjing Kintamani Bali).
Baik dari pengajuan legalitas ke pemerintah hingga kualitas ternak yang dihasilkan. Walau demikian, masih banyak masyarakat lokal yang belum paham bagaimana anjing Kintamani.
Anjing Kintamani Bali diakui Federation Cynologique Internationale (FCI) sebagai trah anjing asli Indonesia. Dengan ini, untuk pertama kalinya anjing ras Indonesia mendapat pengakuan dunia.
FCI merupakan organisasi internasional perlindungan dan pengembangan semua trah dan galur murni anjing di dunia.