Ras Anjing Kintamani Mendapat Pengakuan Dunia, Kini Seekor Harganya Mencapai Rp 5 Juta

Anjing Kintamani yang telah ditetapkan sebagai ras anjing dunia membawa berkah untuk kalangan peternak, penjualan anak anjing ras Kintamani meningkat

Ras Anjing Kintamani Mendapat Pengakuan Dunia, Kini Seekor Harganya Mencapai Rp 5 Juta
Tribun Bali/Fredey Mercury
Darsana menunjukkan anjing ras Kintamani di peternakan miliknya, Jumat (24/5/2019). Permintaan anakan anjing Kintamani kini meningkat drastis setelah mendapat pengakuan dunia. 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Anjing Kintamani yang telah ditetapkan sebagai ras anjing dunia membawa berkah untuk kalangan peternak.

Sejak penetapan itu, peternak mengaku mengalami peningkatan penjualan anak anjing ras Kintamani.

Peternak anjing Kintamani asal Desa Pengotan, Kintamani, I Nengah Darsana mengatakan permintaan pembelian anjing Kintamani sangat signifikan setelah mendapatkan pengakuan dunia.

Tak jarang pecinta anjing yang langsung mencari ke sumber-sumber pemuliabiakan anjing Kintamani.

“Sebelumnya, permintaan anjing kintamani anakan, paling banyak dua ekor dalam sebulan. Namun setelah mendapat pengakuan dunia, permintaannya bertambah menjadi 10 ekor tiap bulan. Bahkan ada yang sudah memesan saat indukannya sedang bunting. Seperti saat ini, dua indukan saya yang sedang bunting sudah dipesan oleh calon pembeli,” ucapnya, Jumat (24/5/2019).

Darsana mengatakan, kebanyakan calon pembeli mencari anjing Kintamani kategori anakan. Ini disebabkan anjing Kintamani anakan tergolong lucu untuk diajak bermain.

Biasanya, untuk bisa dipisahkan dari induknya anjing Kintamani minimal berusia dua hingga dua setengah bulan.

“Peminat anjing Kintamani tidak hanya dari Bali saja. Namun juga dari luar Bali seperti Jawa, hingga wisatawan asing dari China. Untuk WNA yang membeli anjing Kintamani, kebanyakan pemilik vila-vila di kawasan Kuta, Seminyak, Kerobokan untuk dijadikan peliharaan. Selain bagus untuk peliharaan, anjing Kintamani juga mudah untuk perawatannya,” ujarnya.

Harga anjing Kintamani dipatok berdasarkan kualitasnya. Tak jarang dengan kualitas unggul dihargai Rp 5 juta untuk kategori anakan.

Sedangkan dirinya, kategori anakan yang masuk standarisasi dan telah bersertifikat (stambum) dijual antara Rp 2 hingga Rp 2,5 juta.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved