Petunjuk Niskala Tapakan Pura Dalem Selaungan Bangli, Krama Dilarang Ambil Dokumentasi Tapakan

apabila saat upacara diketahui ada yang mengambil foto, seketika ada orang lain yang kerauhan dan langsung beringas

Petunjuk Niskala Tapakan Pura Dalem Selaungan Bangli, Krama Dilarang Ambil Dokumentasi Tapakan
Tribun Bali/Fredey Mercury
Kelian Adat Banjar Pande, I Wayan Nyepek (kiri) dan Jero Mangku Dalem Gede Selaungan (kanan) mengisahkan tentang pantangan di Pura Dalem Gede Selaungan, Rabu (29/8/2019) 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI - Ada tradisi unik di Pura Dalem Gede Selaungan, Banjar Pande, Kelurahan Cempaga Bangli.

Krama tak diperbolehkan mengambil dokumentasi dalam bentuk apa pun.

Larangan ini bukan aturan banjar, melainkan petunjuk niskala tapakan.

“Hanya saja, orang lain seperti turis yang terkadang mencari foto untuk kenang-kenangan. Dalam hal ini, terlebih dahulu mereka diingatkan oleh pecalang. Selain itu, apabila saat upacara diketahui ada yang mengambil foto, seketika ada orang lain yang kerauhan dan langsung beringas. Secara kode etik, ini artinya larangan,” tutur Mangku Suryawan, Jero Mangku Pura Dalem Gede Selaungan, Rabu (29/5/2019).

Larangan pengambilan dokumentasi juga diartikan agar krama lebih fokus melakukan persembahyangan serta tidak memikirkan hal lain.

Bhatara Lingsir yang merupakan sesuhunan Pura Dalem Gede Selaungan diyakini telah berusia ratusan tahun.

Berwujud barong macan dan masih memiliki hubungan dengan Bhatara di Pura Pucak Pandakan di Kelurahan Kubu, Bangli. Hubungan ini tidak terlepas sejarah pembuatan parerai (tapel) Bhatara Lingsir.

Sesuai cerita leluhur, parerai berwujud barong macan itu berbahan kayu jepun yang tumbuh di areal Pura Pucak Pandakan.

Meski demikian, usai dibuat menjadi sebuah tapel barong macan belum disakralkan seperti saat ini.

“Dulunya (sebelum disakralkan) barong ini kerap dipinjam hingga wilayah Tembuku, untuk digunakan ngelawang dalam serangkaian hari raya Galungan. Setelah selesai digunakan ngelawang, dikembalikan ke Pura Dalem dengan diberi uang kepeng pada bagian ekor sebagai kompensasi,” ujarnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved