Gunung Agung Terkini

BREAKING NEWS: Gunung Agung Erupsi, Durasi Capai 8 Menit & Kolom Abu 2.000 Meter di Atas Puncak

Gunung Agung erupsi pada pukul 11.42 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 m di atas puncak

BREAKING NEWS: Gunung Agung Erupsi, Durasi Capai 8 Menit & Kolom Abu 2.000 Meter di Atas Puncak
PVMBG
Gunung Agung kembali erupsi, Jumat (31/5/2019). BREAKING NEWS: Gunung Agung Erupsi, Durasi Capai 8 Menit & Kolom Abu 2.000 Meter di Atas Puncak 

BREAKING NEWS: Gunung Agung Erupsi, Durasi Capai 8 Menit & Kolom Abu 2.000 Meter di Atas Puncak

Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin

TRIBUN-BALI.COM, AMLAPURA - Dari laporan Volcanic Eruption Notice KESDM, Badan Geologi, PVMBG Pos Pengamatan Gunung Agung, periode pengamatan Jumat (31/5/2019), Gunung Agung erupsi pada pukul 11.42 Wita dengan tinggi kolom abu teramati ± 2.000 meter di atas puncak (± 5.142 meter di atas permukaan laut).

Kolom abu teramati berwarna kelabu dengan intensitas tebal condong ke arah timur laut dan timur.

Erupsi ini terekam di seismogram dengan amplitudo maksimum 30 mm dan durasi ± 8 menit 4 detik.

Baca: Sosialisasi BKK kepada Desa Adat dan Subak di Badung

Baca: Misteri Kematian Remaja Bernama Harun yang Tertembak pada Kerusuhan di Aksi 22 Mei

Terdengar suara gemuruh di Pos Rendang.

Saat ini Gunung Agung berada pada Status Level III (Siaga) dengan rekomendasi sebagai berikut.

(1) Masyarakat di sekitar Gunung Agung dan pendaki/pengunjung/wisatawan agar tidak berada, tidak melakukan pendakian, dan tidak melakukan aktivitas apapun di Zona Perkiraan Bahaya yaitu di seluruh area di dalam radius 4 km dari kawah puncak Gunung Agung.

Baca: Tularkan Semangat Founding Father ke Generasi Milenial, Pemprov Bali Rayakan Bulan Bung Karno

Baca: Sugeng Diamankan saat Hendak Antar Pemudik ke NTB, Sopir Bus Surabaya-Mataram Terindikasi Narkoba

Zona Perkiraan Bahaya sifatnya dinamis dan terus dievaluasi dan dapat diubah sewaktu-waktu mengikuti perkembangan data pengamatan Gunung Agung yang paling aktual/terbaru.

(2) Masyarakat yang bermukim dan beraktivitas di sekitar aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung agar mewaspadai potensi ancaman bahaya sekunder berupa aliran lahar hujan yang dapat terjadi terutama pada musim hujan dan jika material erupsi masih terpapar di area puncak.

Area landaan aliran lahar hujan mengikuti aliran-aliran sungai yang berhulu di Gunung Agung.(*)

Penulis: Zaenal Nur Arifin
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved