Breaking News:

Mudik Lebaran 2019

H-2, Roda Empat Dominasi Pelabuhan Gilimanuk, Roda Dua dan Muatan Besar Lengang

Kepadatan di lajur mudik dengan akses keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, masih didominasi kendaraan roda empat.

Penulis: I Made Ardhiangga Ismayana | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/I Made Ardhiangga
Kepadatan di lajur mudik dengan akses keluar Bali dari Pelabuhan Gilimanuk, Jembrana, masih didominasi kendaraan roda empat, Senin (3/6/2019). 

"Baru bisa masuk kapal paling jam setengah 5," ucap Agung, Senin (3/6/2019).

Agung menuturkan, bahwa ia akan mudik ke Mojokerto Jawa Timur. Ia bersama istri dan anaknya akan pulang kampung selama beberapa hari ke depan.

"Pulang ke Mojokerto ini sama istri dan tiga anak saya," ungkapnya.

Sedangkan pantauan pada pagi hingga pukul 05.50 Wita ini, antrean mengular juga masih didominasi oleh kendaraan roda empat.

Mobil-mobil pribadi yang akan menuju ke Pelabuhan Ketapang Jawa Timur itu sudah mulai terurai selepas pertigaan Cekik, Melaya, Jembrana.

Kemudian dimasukkan ke dalam gang-gan yang nanti memasuki perkampugan warga hingga masuk di gate mobil atau kendaraan roda empat. Upaya Satlantas Polres Jembrana ini berjalan maksimal.

Meskipun, antrean tampak mengular tapi memang diakui atau tidak bahwa dari tahun ke tahun, pergerakan penumpang dalam pengaturan lalu lintas 2019 ini, berjalan dengan normal.

Hal itu sendiri disampaikan, GM PT ASDP Indonesia Fery Pelabuhan Ketapang-Gilimanuk, Fahmi Alweni menyatakan, saat ini untuk arus mudik lebaran berjalan secara terurai.

Beberapa hari ini situasi cukup normal, padat lancar. Dan memang, hal ini lumrah atau rutin dihadapi dari tahun ke tahun.

"Kami hanya ingin membuat masyarakat merasa aman dan nyaman. Kita lakukan koordinasi dengan peningkatan fasilitas. Memaksimalkan loket Roda dua 11, roda empat 10," ucapnya.

Terkait dengan cuaca, Fahmi mengungkapkan, bahwa memang berpengaruh. Namun, hanya pengaruh kecil terhadap keterlambatan.

Meskipun, sedikit mengalami kesusahan dalam olah gerak, tidak seperti di Ketapang. Saat ini berpengaruh pada manuver kapal saja.

"Pengaruhnya kecil. Tidak seperti di Ketapang. Hanya manuver kapal saja," bebernya. (*).

Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved