Harga Anjlok dan Minim Orderan, Penenun Kain Rangrang di Nusa Penida Berkurang

Terkadang hasil penjulan tidak menutupi biaya produksi, hal inilah yang membuat para penenun hanya melakukan aktivitas menenunnya saat ada order

Harga Anjlok dan Minim Orderan, Penenun Kain Rangrang di Nusa Penida Berkurang
Tribun Bali/Eka Mita Suputra
Sentra-sentra usaha penenunan kain rangrang di Nusa Penida satu per satu juga terpaksa harus gulung tikar karena menurunnya orderan. 

TRIBUN-BALI.COM, SEMARAPURA - Banjar Anta juga dikenal sebagai lokasi berkembangnya tenun kain rangrang khas Nusa Penida, Klungkung.

Dari lokasi ini, kain rangrang lalu berkembang hingga ke desa lainnya di Nusa Penida, seperti di Desa Pejukutan.

Tahun 2012 lalu, hampir setiap KK di Banjar Anta mengais rejeki dengan menenun kain rangrang hingga jumlah penenun bisa sampai ratusan.

Namun, saat ini order kain rangrang ke Nusa Penida semakin sepi dan harganya anjlok.

Seorang pembeli memilih motif kain rangrang di PDNKK Klungkung, Bali, Jumat (16/9/2016).
Seorang pembeli memilih motif kain rangrang di PDNKK Klungkung, Bali, Jumat (16/9/2016). (Tribun Bali/ Eka Mita Suputra)

Kondisi ini diperparah dengan tingginya harga bahan baku, sehingga terkadang hasil penjulan tidak menutupi biaya produksi.

Hal ini membuat para penenun hanya melakukan aktivitas menenunnya saat ada order.

Sentra-sentra usaha penenunan kain rangrang di Nusa Penida satu per satu juga terpaksa harus gulung tikar.

"Saat ini jumlah perajin yang masih aktif sekitar 25 orang. Kami kesulitan mencari bahan baku pewarna alami sebagai bahan baku kain rangrang," ujar penenun rang-rang asal Desa Tanglad, Nusa Penida, Ngurah Hendrawan.

Perbekel Desa Tanglad, Wayan Bangsa menjelaskan, di wilayah Banjar Anta, Desa Tanglad terdapat 37 KK.

Dari jumlah tersebut, sebagian besar warganya bermata pencaharian sebagai petani dan beternak. (*)

Penulis: Eka Mita Suputra
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved