Serba Serbi

Kajeng Kliwon Uwudan Dipercaya untuk Menghidupkan Ilmu Hitam, Kini Bertepatan Buda Kliwon Gumbreg

Rabu (19/6/2019) merupakan hari raya Kajeng Kliwon dan bertepatan dengan Buda Kliwon Gumbreg.

Kajeng Kliwon Uwudan Dipercaya untuk Menghidupkan Ilmu Hitam, Kini Bertepatan Buda Kliwon Gumbreg
Net
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rabu (19/6/2019) merupakan hari raya Kajeng Kliwon dan bertepatan dengan Buda Kliwon Gumbreg.

Kajeng Kliwon ini dirayakan setiap 15 hari sekali.

Dan hari ini merupakan Kajeng Kliwon Uwudan atau Kajeng Kliwon yang dirayakan setelah Purnama.

Berdasarkan pertemuan antara Tri Wara terakhir yakni Kajeng dengan Pancawara terakhir yakni Kliwon.

Sedangkan Buda Kliwon Gumbreg dirayakan setiap enam bulan sekali yang merupakan pertemuan antara Saptawara Buda (Rabu), Pancawara Kliwon, dan Wuku Gumbreg.

Hari raya Kajeng Kliwon ini dianggap keramat di Bali.

Dalam buku Pokok-pokok Wariga karya I. B. Suparta Ardhana disebutkan Kajeng Kliwon Uwudan merupakan hari baik untuk menghidupkan ilmu hitam atau pengiwa.

Terkait Pancawara Kliwon, dalam Lontar Sundarigama disebutkan

Nihan taya amanah, kunang ring panca terane, semadi Bhatara Siwa, sayogia wong anadaha tirtha gocara, ngaturaken wangi ring sanggar, muang luwuring paturon maneher menganing akna cita.

Wehana sasuguh ring natar umah, sanggar, ring dengen, dening sega kepel duang kepel dadi atanding, wehakna ada telung tanding, iwaknia bawang jae.

Halaman
1234
Penulis: Putu Supartika
Editor: Ady Sucipto
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved