Breaking News
Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Apresiasi Produk Tembakau Alternatif, Begini Komentar Rai Mantra

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mengapresiasi kehadiran produk tembakau alternatif yang merupakan hasil dari pengembangan inovasi teknologi

Editor: Ady Sucipto
kompas.com
Ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Produk tembakau alternatif tengah berkembang pesat di Bali.

Pemerintah Kota (Pemkot) Denpasar mengapresiasi kehadiran produk tembakau alternatif yang merupakan hasil dari pengembangan inovasi teknologi di industri tembakau tersebut.

“Bagus. Itu bagus,” kata Walikota Denpasar Ida Bagus Rai Dharmawijaya Mantra kepada wartawan saat ditanyakan tentang kehadiran produk tembakau alternatif, Kamis (20/6) seperti dikutip Tribun Bali dari rilis yang diterima.

Rai Mantra menyebut pihaknya saat ini tengah berjuang mendorong program pengurangan risiko yang berkaitan dengan lingkungan maupun kesehatan, salah satunya adalah permasalahan rokok.

Pada Mei lalu, Pemkot Denpasar bersama Komunitas Malu Dong melakukan aksi bersih-bersih Pantai Mertasari dari puntung rokok dan sampah plastik.

Karena itu, Rai Mantra dan jajarannya akan mendorong kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif.

Kajian ini dilakukan untuk mengetahui sejauh mana kehadiran produk tersebut dalam mengurangi permasalahan rokok di Denpasar serta Bali.

“Itu harus ada kajian yang jelas dulu seperti apa nanti,” tegasnya.

Tak hanya itu, Pemkot Denpasar juga ingin mendapatkan gambaran lebih mendalam terkait seberapa besar dampaknya bagi pertumbuhan ekonomi Kota Denpasar.

Alasannya, Rai Mantra menjelaskan, produk tembakau alternatif merupakan bagian dari industri kreatif.

“Industri kreatif harus didorong, karena RPJM di Denpasar itu dampaknya sangat luar biasa, terutama pertumbuhan UMKM. Karena bukan sekedar produk kreatif, tapi juga income per kapita yang tumbuh,” ujarnya.

Kepala Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan Kota Denpasar, Ketut Wisada, sebelumnya menyatakan kajian ilmiah tersebut nantinya akan menjadi acuan bagi Pemkot Denpasar dalam mengeluarkan kebijakan.

Pemkot Denpasar mengharapkan kajian ilmiah terhadap produk tembakau alternatif dilakukan oleh para akademisi.

Ketut Wisada melanjutkan Pemkot Denpasar akan mempublikasi hasil dari kajian tersebut kepada publik, sehingga masyarakat memiliki gambaran tentang produk tembakau alternatif.

“Kami tidak ujug-ujug mengeluarkan sebuah regulasi yang tidak memiliki solusi,” ujarnya.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved