Ngopi Santai
Berani Anda Puasa Medsos Sebulan?
Teknologi tidaklah jahat, bahkan membantu manusia dalam banyak hal. Hanya saja, kita memang perlu menemukan keseimbangan. Dan karena itu, dibutuhkan
Penulis: Sunarko | Editor: Ida Ayu Made Sadnyari
Menurut temuan, jawabannya adalah: ponsel, internet, dan pertemanan semu (pseudo relationship) di medsos !
Barangkali sudah ratusan kali Anda baca tips & tricks tentang bagaimana mengurangi ketagihan ngecek ponsel. Namun, pada umumnya, yang disodorkan hanya soal cara. Tidak pernah menawarkan filosofi atau substansinya. Karena itu, ketika nada notifikasi terdengar, godaan untuk nyamperin ponsel dan memantenginya timbul kembali.
Teknologi tidaklah jahat, bahkan membantu manusia dalam banyak hal. Hanya saja, kita memang perlu menemukan keseimbangan. Dan karena itu, dibutuhkan lebih dari sekadar tips & tricks, melainkan sebuah fiolosofi, yakni filosofi mengapa harus memiliki keseimbangan.
Dalam istilah Eric Barker (yang juga penulis buku best seller Barking Up The Wrong Tree) dibutuhkan semacam etos untuk bisa mendorong niat “puasa ponsel”. Nah, Cal Newport menyebutnya sebagai digital minimalism –dan kosa kata itu pula yang jadi judul buku terbarunya: Digital Minimalism: Choosing a Focused Life in a Noisy World.
(Minimalisme Digital: Memilih Kehidupan Yang Fokus dalam Dunia Yang Berisik)
Dalam bukunya itu, Cal tidak bilang agar “buang saja ponselmu” untuk mengendalikan “berponsel ria” yang sudah kebablasan. Itu jelas musykil. Apalagi dia adalah profesor sains komputer di Georgetown University dan meraih gelar doktor dalam bidang itu dari perguruan tinggi teknologi terkemuka dunia, yaitu Massachusets Institute of Technology (MIT).
Cal menjelaskan dalam bukunya bagaimana kita bisa mendapatkan (manfaat) terbaik dari teknologi, sehingga teknologi tidak justru merampas yang terbaik dari diri kita.
Tak seperti buku-buku tips & tricks tentang bagaimana mengatasi dampak negatif teknologi yang sebagian besar berisi “daftar caci maki terhadap kemudaratan pelototi ponsel”, Cal justru menulis sebaliknya.
Dia menawarkan apa yang disebutnya sebagai “rencana pertempuran” (battle plan), ya semacam program “diet ponsel” yang terstruktur dan sistematis guna membangun kehidupan lebih baik di tengah derasnya kemunculan teknologi baru. Terutama teknologi yang berbasis digital.
Ada 5 poin “rencana pertempuran” yang diresepkan Cal Newport dalam bukunya itu.
Apa saja, tunggu di tulisan selanjutnya.
Tapi, saya bocorkan salah-satunya: kurang update (kudet) itu ternyata hanya mitos !
Bagaimana pendapat(an) Anda?
(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-gadget11.jpg)