Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Serba Serbi

Panjang Umur, Bagaimana Perjalanan Hidup Lahir Rabu Paing Wariga?

Selamat bagi yang lahir Rabu (Buda) Paing, karena anda akan panjang umur. Jatah umur di dunia sangat panjang, yaitu 96 tahun dan itu cukup luar biasa.

Tayang:
Penulis: Putu Supartika | Editor: Ady Sucipto
Tribun Bali/Putu Supartika
ilustrasi 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Selamat bagi yang lahir Rabu (Buda) Paing, karena anda akan panjang umur.

Jatah umur di dunia sangat panjang, yaitu 96 tahun dan itu cukup luar biasa.

Ini bisa dilihat dari perhitungan urip Saptawara dan Pancawaranya, yang jika dijumlahkan hasilnya 16.

Bagi yang lahir Rabu Paing Wariga, hari ini Rabu (26/6/2019) merupakan otonan atau peringatan hari kelahiran yang diperingati setiap enam bulan sekali.

Sedangkan peruntungan hidupnya cukup baik berdasarkan periode kelahirannya atau pal Sri Sedana.

Umur 0 - 6 tahun akan diterpa penderitaan atau kesakitan.

Saat umur 7 - 12 tahun peruntungannya baik dan hidupnya juga baik.

Akan mendapatkan penghasilan sedikit saat umur 13 - 18 tahun.

Penghasilan naik menjadi sedang saat berumur 19 - 24 tahun.

Ketika berumur 25 - 30 tahun kembali diterpa penderitaan atau kesakitan sebagaimana ketika berumur 0 - 6 tahun.

31 - 36 tahun penghasilan sedikit, saat umur 37 - 42 tahun kehidupannya baik.

Umut 43 - 48 tahun penghasilan kembali sedikit.

49 - 54 tahun penghasilan sedang dan turun menjadi sedikit saat berumur 55 - 60 tahun.

61 - 66 tahun mendapat penghasilan sedang yang kemudian akan mengalami penderitaan atau kesakitan saat berumur 67 - 72 tahun.

Menginjak umur 73 - 84 tahun penghasilan sedikit.

Ketika berumur 85 - 90 tahun kembali mengalami penderitaan atau kesakitan.

Dan saat berumur 91 - 96 tahun penghasilan menjadi sedang.

Begitulah perjalanan nasib atau peruntungan dari seseorang yang lahir Rabu Paing, naik turun seperti gelombang di lautan.

Sedangkan bagi mereka yang lahir Wariga memiliki watak pencemburu, sering sedih, dan sulit dilayani, rupawan, dan sering menikah.

Juga kurang suka berkumpul dengan banyak orang, banyak orang yang mencintainya, agak pelupa, kemauannya besar, kurang bahagia walaupun banyak yang mencintainya.

Percaya tidak percaya kembali ke dalam diri masing-masing, karena semua ada di tangan Tuhan. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved