Polisi Kesulitan Identifikasi Pengirim Pil Berlogo 'Y', Diduga Ada Keterlibatan WBP

Lima hari berselang, penemuan 30 butir pil berlogo Y berwarna putih di Tabanan masih belum terungkap

Polisi Kesulitan Identifikasi Pengirim Pil Berlogo 'Y', Diduga Ada Keterlibatan WBP
Polsek Tabanan
PSIKOTROPIKA - Pihak kepolisian saat melakukan pengecekan ke lokasi terkait ditemukannya pil Y di depan Balai Banjar Pasekan Belodan, Tabanan, Minggu (23/6/2019). Polisi Kesulitan Identifikasi Pengirim Pil Berlogo 'Y', Diduga Ada Keterlibatan WBP 

Polisi Kesulitan Identifikasi Pengirim Pil Berlogo 'Y', Diduga Ada Keterlibatan WBP

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Lima hari berselang, penemuan 30 butir pil berlogo Y berwarna putih di Tabanan masih belum terungkap.

Polisi juga mengaku hingga saat ini masih melakukan penyelidikan, menggali sumber barang tersebut.

Disisi lain, ada dugaan keterlibatan salah-satu Warga Binaan Pemasyarakatan (WBP), namun Lapas Tabanan hingga saat ini masih belum membeberkannya, dengan alasan kesulitan menemukan orang yang dimaksud.

“Saat ini masih belum, siapa yang mengirim dan ditujukan kepada siapa,” ujar Kasatnarkoba Polres Tabanan, AKP I Ketut Tunas, Kamis (27/6/2019).

AKP Tunas menuturkan, pihaknya langsung melakukan penyelidikan begitu menemukan barang bukti tersebut dalam plastik hitam di bawah tumpukan ranting pohon dan daun kering di Banjar Pasekan Belodan, atau tepatnya di depan balai Banjar Pasekan Belodan, Tabanan, Minggu (23/6/2019) dini hari sekitar pukul 00.30 Wita.

Pihaknya telah memeriksa saksi, melacak nomor ponsel dan memeriksa WBP yang diduga dimaksud dalam inisial yang dikirimkan pada SMS tersebut.

“Sudah kami periksa, tapi masih belum ada pentunjuk. Mereka semua yang kami periksa juga masih belum mengakui barang tersebut ditujukan kepada siapa,” jelasnya.

Baca: Banyak Yang Masih Percaya Mitos, Ini 5 Tanda Yang Sebenarnya Bila Anda Hamil

Baca: Tipping Fee Kelar, Studi Kelayakan PLTSa TPA Suwung Akhir Juli

Namun, kata dia, kasus ini akan tetap dilanjutkan dengan melakukan penyelidikan lebih lanjut atau akan mengejar darimana barang tersebut berasal.

Pil tersebut sesungguhnya tidak sembarangan bisa beredar, artinya harus diperoleh dengan resep dokter.

Selain itu juga menimbulkan efek yang lumayan berbahaya atau menimbulkan halusinasi alias nge-fly.

“Semoga segera bisa terungkap, kami akan lakukan penyelidikan lebih lanjut,” tandasnya.

Kepala Pengamanan Lembaga Pemasyarakatan (KPLP) Tabanan, I Wayan Suwiantara memaparkan, untuk tujuan yang tertera dalam SMS ke salah satu WBP Lapas Tabanan masih belum pasti.

Dia menyatakan yang dimaksud dalam SMS tersebut merupakan inisial saja.

“Itu belum pasti, karena itu kan inisial orang saja. Sedangkan saya juga sempat cek, ternyata ada beberapa orang yang memiliki inisial tersebut,” ujar Suaintara, Kamis (27/6/2019).

Baca: Legong Klasik Saba Tampil di PKB 2019, Sanggar Seni Saba Sari Terus Upayakan Pelestarian

Baca: Mantan Perbekel Desa Dauh Puri Klod Diperiksa, Kasus Dugaan Korupsi APBDes Rp 1 Miliar Lebih

Setelah mendapat informasi itu, kata dia, pihak Lapas juga langsung melaporkan penemuan tersebut ke polisi.

Barang bukti pun sudah dibawa ke Polres Tabanan untuk ditindaklanjuti.

“Tapi hingga saat ini masih belum ada informasi juga dari Polres Tabanan,” ucapnya.

Wabup Akan Rutin Sidak ke Lapas

Wakil Bupati Tabanan, I Komang Gede Sanjaya menyatakan, penemuan barang yang tergolong narkotika di Lembaga Pemasyarakatan itu merupakan hal yang klasik atau sudah ada sejak zaman dulu.

Atas penemuan itu, ia mengaku akan melakukan sidak secara rutin ke Lapas Tabanan.  

“Salah satu penyebaran yang paling dahsyat justru dari Lembaga Pemasyarakatan. Apalagi itu terjadi di LP Tabanan, kami akan sering sidak ke sana” katanya.

Menurut Sanjaya, jika memang ada temuan seperti itu, tentunya LP bukan menjadi lembaga edukatif, tapi justru pengedar narkoba menjadi aman dan nyaman di sana.

“Nah sekarang bagaimana kita sama-sama menciptakan peredaran narkoba menjadi tidak aman dan nyaman di sana. Kita sangat atensi di sana,” tandasnya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved