Pengembangan SDM & Produk Tani, Menyikapi Kesenjangan Kawasan Nikosake dengan Tabanan Timur & Utara

Masih terdapat kesenjangan antara kawasan Tabanan Barat atau Nikosake dengan kawasan Tabanan Timur dan Utara

Pengembangan SDM & Produk Tani, Menyikapi Kesenjangan Kawasan Nikosake dengan Tabanan Timur & Utara
Tribun Bali/I Made Argawa
Seorang penjaga stand BUMDes Desa Munduktemu menunjukkan produk Kopi Leak, Rabu (23/11/2016). Desa Munduktemu termasuk salah satu desa di kawasan Nikosake. Pengembangan SDM & Produk Tani, Menyikapi Kesenjangan Kawasan Nikosake dengan Tabanan Timur & Utara 

Pengembangan SDM & Produk Tani, Menyikapi Kesenjangan Kawasan Nikosake dengan Tabanan Timur & Utara

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Berita Tabanan Bali hari ini, masih terdapat kesenjangan antara kawasan Tabanan Barat atau Nikosake, dengan kawasan Tabanan Timur dan Utara.

Padahal kawasan Nikosake yang meliputi lima desa memiliki potensi yang sangat luar biasa untuk dikembangkan sebagai daerah agrowisata.

Hal tersebut terungkap saat Pemerintah Kabupaten Tabanan melalui Badan Perencanaan dan Penelitian Penngembangan Daerah Kabupaten Tabanan yang merupakan leading sektor menggelar Workshop Sinergitas Managemen dan Prospek Pengembangan Investasi Agrowisata di kawasan Nikosake di Tabanan, Sabtu (6/7/2019). 

Forum diskusi ini digelar guna memantik pertumbuhan ekonomi baru di kawasan Tabanan Barat, khususnya di kawasan Nikosake.

Baca: Dorong Desa Adat Bangun Toko Ritel, Bupda Dinilai Bisa Topang Ekonomi Bali

Baca: Produk Rajutannya Melanglang ke Empat Negara, Ketut Suwarni Raup Omzet Capai Rp 2 Miliar

Mengingat kawasan Nikosake yang meliputi 5 desa di Tabanan Barat tersebut, diantaranya Desa Belimbing, Sanda, Munduktemu, Wanagiri dan Lumbung Kauh, masih sangat bisa untuk dikembangkan.

Seperti Desa Munduktemu bagaikan negeri di atas awan, Sanda dengan kunang-kunangnya dan Wanagiri dengan julukan Desa Hujan yang memiliki pemandangan Indah.

Dalam diskusi tersebut, satu per satu hal pun dibahas oleh OPD di Tabanan, narasumber, pihak terkait seperti camat dan perbekel di lima desa tersebut, dengan harapan bisa menggali seluruh potensi dari lima desa di kawasan Nikosake yang akan dikemas menjadi sebuah produk.

Kemudian juga bisa dikolaborasikan dengan aktivitas produksi dari penduduk setempat, sehingga wisatawan tertarik mengunjungi lima desa tersebut. 

Baca: Tukar Sampah dengan Bibit Tanaman, Jalani Bisnis Sekaligus Edukasi Lingkungan

Baca: Esok Job Fair Kota Denpasar, 40 Perusahaan Buka 1.001 Lowongan Kerja

Sekda Tabanan, I Gede Susila mengatakan, dalam pengembangan ekonomi lokal melalui program KPPN memilih 5 desa ini sebagai pengembangan investasi agrowisata didasari atas pertimbangan desa yang memiliki angka kemiskinan relatif tinggi. 

Halaman
12
Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved