Setengah Badan Dewi Sri Dipajang di Center Point Subak Jatiluwih

Patung Dewi Sri setinggi enam meter dipajang di areal center point Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan

Setengah Badan Dewi Sri Dipajang di Center Point Subak Jatiluwih
Istimewa
Patung Dewi Sri berbahan dasar rajutan bambu di areal centre point Subak Jatiluwih, Desa Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Minggu (7/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, TABANAN - Patung Dewi Sri setinggi enam meter dipajang di areal center point Subak Jatiluwih, Kecamatan Penebel, Tabanan, Minggu (7/7/2019).

Patung berbahan rajutan bambu ini dipasang untuk menambah keindahan terasering serta persiapan Festival Jatiluwih 2019 yang akan digelar pada September mendatang.

Patung ini digarap oleh seniman asal Gianyar, I Gusti Arya Udianata. Ia membawanya dari Gianyar ke Tabanan Sabtu (6/7/2019) dan kemudian dirangkai di Tabanan.

Sistem dari patung ini adalah bongkar pasang.

Patung Dewi Sri ini dirancang setengah badan dengan dua tangan, di tangan kiri memegang padi dan di tangan kanan memegang tirta. Agar bernuansa alami, sebagai alas digunakan jerami.

Manager Operasional DTW Jatiluwih, I Made Sutirtayasa mengatakan, selain menjadi ikon baru dan juga persiapan festival, patung tersebut juga berfungsi untuk mengedukasi masyarakat bahwa bambu bisa diolah menjadi karya seni.

Sebab selama ini Jatiluwih sudah dikenal dengan produsen bambu yang sudah menjual bambu ke berbagai kabupaten di Bali.

"Sehingga dengan pemesanan patung ramah lingkungan ini, kami mengharapkan masyarakat di Jatiluwih nantinya mampu mengolah bambu menjadi suatu karya seni misalnya," ujar Sutirtayasa, Minggu (8/7/2019).

Mengenai pelaksanaan Festival 2019, Sutirtayasa menyebutkan akan digelar tanggal 20-22 September mendatang. Namun, rangkainnya telah dimulai sejak beberapa lalu.

Khusus untuk di areal center point atau tempat dipasangnya patung Dewi Sri, nantinya juga akan dilengkapi penjelasan mengenai sejarah patung tersebut.

"Termasuk nanti pada festivalnya kami akan gelar pertunjukan tebuk lesung (menumbuk padi) juga di sana. Sehingga sesuai tujuan festival akan memberikan edukasi tentang pertanian, budaya, dan potensi lokal yang ada di Jatiluwih itu sendiri," katanya. (*)

Penulis: I Made Prasetia Aryawan
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved