11 Sungai di Denpasar Makin ke Hilir Makin Tercemar, 3 Titik Pantai Airnya Keruh

semua sungai di Denpasar masuk kategori tercemar ringan. Tingkat pencemaran makin tinggi khususnya di bagian hilir sungai

11 Sungai di Denpasar Makin ke Hilir Makin Tercemar, 3 Titik Pantai Airnya Keruh
Tribun Bali/Rizal Fanany
Kondisi aliran sungai Tukad Badung di kawasan Jalan Maruti, Denpasar, Senin (8/7/2019). Dinas Lingkungan Hidup sudah melakukan pengecekan kualitas air di 11 sungai di Denpasar. 

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR – Sebanyak 31 titik sungai di Denpasar dicek kualitas airnya oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.

Hasilnya semua sungai di Denpasar masuk kategori tercemar ringan. Tingkat pencemaran makin tinggi khususnya di bagian hilir sungai.

Pengukuran kualitas air ini dilaksanakan dengan mengacu pada Peraturan Gubernur Nomor 16 Tahun 2016 tentang baku mutu lingkungan hidup dan kriteria baku kerusakan lingkungan hidup.

Untuk sungai dilakukan pengujuan pada 31 titik di 11 sungai yang meliputi Tukad Mati, Tukad Teba, Tukad Badung, Tukad Ayung, Tukad Guming, Tukad Ketapian, Tukad Bindu, Tukad Rangda, Tukad Punggawa, Tukad Loloan, dan Tukad Ngenjung.

Dari pengujian pada 31 titik tersebut, dilihat dari warna air hanya satu titik yang masuk kategori jernih yakni hilir Tukad Punggawa, dua titik agak keruh yakni tengah Tukad Rangda dan hilir Tukad Ngenjung, sisanya masuk kategori keruh.

Kepala UPT Laboratorium Lingkungan DLHK Kota Denpasar, Ni Ketut Rempi mengatakan dalam pengujian kualitas air sungai ini, setiap sungai diuji pada tiga titik yakni bagian hulu, hilir dan tengah.

“Hasil pengujuan Maret 2019 kemarin dari sungai itu hasilnya tercemar ringan, dimana sungai di Denpasar masuk pada kategori kelas dua dan kelas tiga dan belum bisa langsung diminum. Kalau bisa diminum masuk kelas satu dan di Denpasar belum ada kelas satu,” jelas Rempi saat ditemui Senin (8/7/2019).

Manurutnya kualitas air dibagi atas empat kelas. Kelas satu bisa langsung diminum dengan tingkat pencemaran sangat rendah bahkan hampir tak ada pencemaran.

Infografis hasil pengecekan kualitas air sungai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar.
Infografis hasil pengecekan kualitas air sungai oleh Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) Kota Denpasar. (Tribun Bali/Dwi Suputra)

Kelas dua masih bisa dipakai air baku seperti air baku PDAM dengan melalui pengolahan terlebih dahulu, setelah itu baru didistribusikan.

Kualitas air pada kelas tiga tak bisa dikonsumsi dan hanya bisa digunakan untuk pengairan sawah, rekreasi, dan mandi.

Halaman
123
Penulis: Putu Supartika
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved