Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung 2019, Didominasi Curas hingga Curanmor

Latar belakang pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2019 dikarenakan kasus curas, curat dan curanmor masih mendominasi

Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung 2019, Didominasi Curas hingga Curanmor
Tribun Bali/Rino Gale
Konferensi pers hasil 16 hari Operasi Pekat Agung 2019 di Polda Bali, dengan mengungkap 58 kasus dan mengamankan 53 tersangka, Jumat (19/7/2019). Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung, Didominasi Curas hingga Curanmor 

Polisi Amankan 53 Tersangka Dalam Operasi Pekat Agung, Didominasi Curas hingga Curanmor

Laporan Wartawan Tribun Bali, Rino Gale

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Latar belakang pelaksanaan Operasi Pekat Agung 2019 dikarenakan kasus curas, curat dan curanmor masih mendominasi tindak pindana di wilayah hukum Polda Bali.

Hal tersebut dikatakan oleh Ditreskrimum Polda Bali, Kombespol Andi Farian saat konferensi pers hasil Operasi Pekat Agung 2019 di Polda Bali, Jumat (19/7/2019).

"Kasus curas, curat, curanmor dan pencurian pemberatan ini memang masih mendominasi. Sehingga ini memberikan dampak buruk citra keamanan di Bali," ujarnya.

Ia menjelaskan, operasi yang berjalan selama 16 hari mulai tanggal 27 Juni - 12 Juli 2019 ini telah mengungkap sebanyak 58 kasus dan mengamankan 53 tersangka, dengan melibatkan 555 personel jajaran Polda Bali.

TK Kumara Shanti Bersama Mie Sedaap Edukasi Murid di Pasar Agung

Kehabisan Bensin, Dedik Nyolong Motor di Payangan Tapi Motornya Sendiri Ditinggal di TKP

"Dari hasil tersebut, tujuan operasi ini mencegah berkembang luas dan menekan kasus tiga cu (curas, curat dan curanmor) itu dan mewujudkan wilayah yang kondusif, khususnya di wilayah Bali ini," tuturnya.

Adapun barang bukti yang sudah diamankan dari kasus-kasus tersebut. Di antaranya, satu unit mobil, 44 unit kendaran sepeda motor, uang sebesar Rp 8 juta, cincin dan alat-alat lain (pisau, linggis, HP, TV, helm).

"Ini semua barang bukti yang diamankan selama 16 hari Operasi Pekat Agung 2019 ini," ujarnya.

Tambahnya, kasus tiga cu (curas, curat dan curanmor) tersebut biasanya dilakukan oleh para pelaku pada malam hari dan di tempat pemukiman, mal dan tempat wisata. Bahkan, pelaku maupun korban juga melibatkan orang asing.

"Sehingga hal ini lah menyebabkan Polda Bali menggelar operasi kepolisian dengan sandi pekat, khususnya curanmor, curat, dan curas," tuturnya.(*)

Penulis: Rino Gale
Editor: Irma Budiarti
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved