Penemuan Orok di Jalan Sudirman Telah Diperiksa Forensik RSUP Sanglah, Ini Kata Dokter
Bayi malang itu kemudian dibawa ke Forensik RSUP Sanglah oleh petugas PMI Kota Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan
Penulis: M. Firdian Sani | Editor: Irma Budiarti
Penemuan Orok di Jalan Sudirman Telah Diperiksa Forensik RSUP Sanglah, Ini Kata Dokter
Laporan Wartawan Tribun Bali, M Firdian Sani
TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Warga Jalan Sudirman, Denpasar, Bali dikagetkan dengan penemuan orok oleh dua warga yang hendak memancing di kolam sebalah utara Wernest Education, Minggu (21/7/2019) sore hari.
Jasad mungil itu berjenis kelamin laki-laki, ditemukan dalam keadaan membusuk dengan posisi tengkurap.
Penemuan orok tersebut telah dievakuasi petugas PMI Kota Denpasar menuju KMJ RSUP Sanglah.
Bayi malang itu kemudian dibawa ke Forensik RSUP Sanglah oleh petugas PMI Kota Denpasar untuk dilakukan pemeriksaan.
Kepala KMJ Forensik RSUP Sanglah mengatakan bayi diterima dan diperiksa pada Minggu, 21 Juli 2019.
"Jenazah bayi laki-laki sudah menunjukkan tanda pembusukan berupa pengelupasan kulit di beberapa bagian tubuh berwarna kehijauan. Perkiraan kematian tiga sampai lima hari sebelum diperiksa," kata Kepala Bagian SMF Kedokteran Forensik RSUP Sanglah, dr Ida Bagus Putu Alit.
dr Alit menambahkan, bayi memiliki berat badan 2,4 kilogram dan panjang badan 47 sentimeter yang menunjukkan bahwa bayi sudah cukup umur di dalam kandungan selama 9,5 bulan.
• Jelang Galungan BRI Siapkan Rp 352 Miliar Uang Kartal
• Rancangan KUA dan PPAS Kota Denpasar Tahun Anggaran 2020 Defisit Rp 194,63 Miliar
"Sebab kematian masih menunggu autopsi, belum ada permintaan juga dari pihak polisi. Dari pemeriksaan luar ditemukan luka terbuka kekerasan benda tajam pada punggung kanan," ungkap dr Alit.
Diberitakan sebelumnya, warga Jalan Sudirman, Denpasar digegerkan dengan penemuan jasad bayi berjenis kelamin laki-laki, Minggu (21/7/2019).
Kepala BPBD Kota Denpasar, IB Joni Ariwibawa membenarkan adanya penemuan jasad bayi tersebut.
"Benar. Ditemukan jasad bayi di kolam sebalah utara Wernest Education," ungkapnya.
Jasad bayi berjenis kelamin laki-laki tersebut ditemukan pada pukul 18.30 Wita dalam keadaan meninggal dengan posisi tengkurap.
"Bayi diperkirakan baru berumur sehari. Karena masih ada tali pusar yang belum dipotong," lanjutnya.
• 7 Jabatan Eselon II Pemprov Bali Kosong Sampai Akhir 2019, Pelamar Harus Punya Kompetensi Khusus
• Cerita di Balik Memakai Baju Hijau di Pantai Parangtritis Dipercaya Bisa Jadi Budak Nyi Roro Kidul
Penemuan orok tersebut telah dievakuasi petugas PMI Kota Denpasar menuju ke KMJ RSUP Sanglah.
Saksi di lapangan, Riga Apriliawan (22) menjelaskan, sekitar pukul 16.30 wita saksi datang ke TKP bersama temanya untuk memancing.
Saat itu tercium bau busuk di sekitar tempat memancing, tepatnya di kolam sebelah selatan.
Setelah dicari tahu asal bau tersebut oleh teman saksi, ternyata ada jasad bayi mengambang di tepi kolam.
"Ya kemudian saya dan teman melapor kepada warga yang ada di pertokoan Grand Sudirman, oleh warga lalu melapor ke Polsek Densel," ujarnya
Dari keterangan saksi kedua, Ricky Adi Saputra mengatakan, saat saksi mancing di kolam di Proyek Komplek Pertokoan Sudirman tiba-tiba mencium bau busuk.
Setelah diperhatikan, ternyata dilihat jasad bayi yang mengambang di tepi kolam tempat mancing.
Selanjutnya hal tersebut diinformasikan oleh saksi ke warga sekitar, dan warga menginformasikan kepada petugas.
"Saat itu warga langsung menghubungi petugas," ujarnya. (mfs/ana/rin)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/penemuan-orok-berjenis-kelamin-laki-laki-gegerkan-warga-jalan-sudirman.jpg)