Menhub Minta Penerbangan Internasional di Bali Diprioritaskan Dalam Beberapa Hal Ini
Menhub meminta pihak bandara membuat prioritas-prioritas untuk penerbangan dari dan ke luar negeri
Penulis: Zaenal Nur Arifin | Editor: Irma Budiarti
Menhub Minta Penerbangan Internasional di Bali Diprioritaskan Dalam Beberapa Hal Ini
Laporan Wartawan Tribun Bali, Zaenal Nur Arifin
TRIBUN-BALI.COM, KUTA - Menindaklanjuti rencana peningkatan fasilitas Bandar Udara Internasional I Gusti Ngurah Rai Bali, dari mulai perpanjangan runway dan penambahan taxiway serta menambah slot time.
Menteri Perhubungan RI, Budi Karya Sumadi menggelar Rapat Koordinasi (Rakor) Perhubungan Udara dengan stakeholder Bandara Ngurah Rai.
Rakor yang digelar tertutup bagi media itu, menurut Menteri Budi Karya membahas atensi peningkatan penambahan wisatawan asing ke Bali melalui Bandara Ngurah Rai.
“Saya melihat bahwa faktor dari kapasitas bandara itu sangat penting. Saya teliti apa saja yang perlu di-improve, oleh karena itu saya minta satu inisiatif memberikan prioritas bagi penerbangan dari dan ke luar negeri di Bandara Ngurah Rai,” ujar Menhub Budi Karya, Jumat (26/7/2019), di Novotel Bali Ngurah Rai Airport, Kuta, Badung, Bali.
Ia menyampaikan saat ini tercatat ada 9 penerbangan yang ingin masuk ke Bali, di antaranya dari Jepang, Taiwan, Bangladesh, Kamboja dan lainnya.
Jika dipenuhi, akan ada penambahan 2 ribu penumpang setiap harinya di Bandara I Gusti Ngurah Rai.
“Kalau ada 9 flight penambahan dan kita penuhi, akan ada penambahan kurang lebih 2 ribu orang atau kenaikannya kurang lebih 30 persen,” imbuh Menhub.
Rencana penambahan 9 flight ini akan masuk dan mulai beroperasi tahun 2020.
Karena itu ia meminta kepada Otoritas Bandara, Angkasa Pura I, AirNav dan lainnya secara sinergi melakukan optimasi.
Optimasi yang dimaksud adalah membuat prioritas-prioritas untuk penerbangan dari dan ke luar negeri.
Salah satunya golden time penerbangan luar negeri adalah 23.00-07.00, dan jadi diberi prioritas pada golden time itu. Selain itu pihaknya juga akan membuat claster negara maupun kota-kota menuju Bali.
“Kita akan membuat cluster. Yang menuju Bali itu akan di-cluster dari beberapa kota. Tidak semua kota-kota kecil masuk ke sini, kecuali kota itu memang hanya dapat dijangkau dengan pesawat jenis ATR,” papar Menteri Budi Karya.
Ia juga menyampaikan selain kedua contoh prioritas tadi, juga akan menetapkan waktu ground time atau waktu mendarat dan terbang lagi di Bali, tidak lebih dari 3 jam.
Diharapkan nantinya dengan arahan ini kapasitas bandaranya akan bertambah 30 persen.
Saat disinggung mengenai bagaimana kelanjutan pembangunan Bandara Bali Utara.
Menhub Budi Karya hanya menjawab dengan singkat, “Nanti saya rapat dulu ya,”.(*)
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/menteri-perhubungan-ri-budi-karya-sumadi.jpg)