Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sampah di Bali

DISPAR Ingatkan Pelaku Pariwisata di Badung, Harus Ikut Terlibat dalam Penanganan Sampah

Bahkan kini penanganan sampah diharapkan bisa lintas sektoral, sehingga semua bisa melakukan penanganan sampah dengan baik.

Tayang:
Tribun Bali/ISTIMEWA
SOSOK - Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung. 

TRIBUN-BALI.COM, MANGUPURA - Penanganan persoalan sampah di Kabupaten Badung, terus didorong agar maksimal. Bahkan kini penanganan sampah diharapkan bisa lintas sektoral, sehingga semua bisa melakukan penanganan sampah dengan baik.

Dinas Pariwisata Badung menegaskan, bahwa keterlibatan pelaku pariwisata menjadi kunci penting dalam upaya mengatasi persoalan tersebut, khususnya di kawasan pariwisata. Begitu juga untuk pelaku pariwisata yang memiliki hotel maupun restoran.

Kepala Dinas Pariwisata Badung, AA Putri Mas Agung, mengakui jika persoalan sampah tidak bisa dibebankan hanya kepada Dinas Lingkungan Hidup dan Kebersihan (DLHK) semata. Menurutnya, persoalan ini merupakan tanggung jawab bersama seluruh elemen, termasuk pelaku usaha pariwisata.
 
"Permasalahan sampah ini bukan hanya tanggung jawab satu sektor saja, tetapi menjadi tanggung jawab kita bersama. Karena itu, kami juga mendorong pelaku-pelaku pariwisata untuk ikut terlibat dalam penyelesaiannya, khususnya di Badung dan Bali pada umumnya," ujarnya Rabu, 6 Mei 2026.

Baca juga: JANGAN Panic Buying! Antrean Warga Beli BBM di Nusa Penida, Stok dan Distribusi Dipastikan Aman

Baca juga: AKAN Jadi Financial Center, Somvir Minta BTID Ikut Tangani Gunung Sampah TPA Suwung 

Dia mengungkapkan, berdasarkan data DLHK, salah satu penyumbang sampah terbesar berasal dari sektor pariwisata. Kondisi ini dinilai perlu mendapat perhatian serius, sekaligus menjadi dasar untuk meningkatkan peran aktif para pelaku usaha di bidang tersebut.

Bahkan sebagai langkah konkret, Dinas Pariwisata Badung akan mendorong peningkatan keterlibatan pelaku usaha hotel, restoran, dan kafe (horeka) dalam pengolahan sampah secara mandiri. Selain itu membantu pemerintah dalam melakukan pengolahan masalah sampah tersebut.

"Kalau dilihat dari data, memang salah satu penyumbang sampah terbesar berasal dari pelaku pariwisata. Jadi tentu ini juga menjadi tanggung jawab mereka," tegasnya.

Sementara itu, Kepala DLHK Badung, Made Rai Warastuthi, mengapresiasi dukungan pelaku usaha yang mulai terlibat aktif melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), khususnya dalam penyediaan sarana pengelolaan sampah

"Kami apresiasi dan berterima kasih kepada pengusaha yang tergabung dalam forum pelaku usaha yang telah memberikan bantuan berupa tong komposter. Hari ini ada 159 unit yang diserahkan. Ini sangat membantu dalam mendukung pemilahan sampah dari sumber," tambahnya.

Di sisi lain, Bupati Badung I Wayan Adi Arnawa terus mengingatkan kepada Kadis DLHK Badung terkait dengan batas waktu pembuangan sampah ke TPA Suwung. Dengan adanya Kadis baru diharapkan badung cepat bisa melakukan penanganan sampah.

"Kalau kita lihat deadline waktu, sesuai dengan komitmen bahwa per tanggal 31Juli, itu kan batas akhir kita bisa membawa sampah ke TPA Suwung, terutama yang residu. Nah, sekarang 1 Agustus sudah tidak boleh," ucapnya 

Maka dari itu  dirinya meminta kadis DLHK, melakukan konsolidasi untuk mengambil langkah-langkah cepat dalam penanganan sampah. Termasuk bekerjasama dengan OPD terkait.

"Secepatnya bila perlu (penanganan sampah-red), tidak menunggu tanggal 31. Kita harus mulai mengurangi bawa sampah ke TPA Suwung," imbuhnya. (*)

Sumber: Tribun Bali
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved