Banyak Kendaraan Kerap Parkir di Bahu Jalan, Pusat Pariwisata Ubud Perlu CCTV Tilang

Polres Gianyar menilai CCTV tilang sangat dibutuhkan untuk menangani parkir liar yang menjadi penyebab kemacetan di pusat pariwisata Ubud.

Banyak Kendaraan Kerap Parkir di Bahu Jalan, Pusat Pariwisata Ubud Perlu CCTV Tilang
Tribun Bali/Eri Gunarta
Kondisi bahu jalan di Mongkey Forest, Ubud yang dijadikan tempat parkir kendaraan sekalipun telah dipasang larangan parkir, Jumat (26/7/2019). 

TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Polres Gianyar menilai CCTV tilang sangat dibutuhkan untuk menangani parkir liar yang menjadi penyebab kemacetan di pusat pariwisata Ubud, Gianyar.

Sebab hingga saat ini, kesadaran masyarakat untuk tidak parkir di bahu jalan masih minim.

Kesadaran tersebut hanya muncul ketika di kawasan tersebut ada petugas yang berjaga.

Karena itu, plang larangan parkir seolah hanya menjadi ‘pajangan’ semata.

Pantauan Tribun Bali, selama sepekan di kawasan pariwisata Ubud, terlihat banyak kendaraan baik roda dua dan roda empat yang melakukan pelanggaran parkir.

Bahkan, hal tersebut juga terjadi di lokasi yang telah dipasang larangan parkir.

Kapolres Gianyar, AKBP Priyanto Priyo Hutomo, Jumat (26/7/2019) tidak menampik hal tersebut.

“Kemarin kan Hari Bhayangkara, banyak pos yang kita kosongkan, personil kita tarik. Nanti kita akan all out lagi. Sebab kan, polisi hilang, mereka melanggar lagi. Maka dari itu, penegakan hukum sifatnya harus memaksa,” ujarnya.

Pihaknya juga memiliki rencana untuk memasang CCTV tilang di tempat yang banyak terjadi pelanggaran. Tidak hanya membuat jalan terkesan semrawut, parkir sembarangan juga kerap menjadi penyebab kemacetan.

Namun terealisasi atau tidaknya rencana tersebut, kata AKBP Priyanto, tergantung kesiapan Bupati Gianyar Made Mahayastra. Sebab pengadaan CCTV tersebut akan diserahkan ke Pemda Gianyar.

“Nanti kita akan komunikasikan ke Pak Bupati. Karena itukan baliknya ke APBD. Nanti saya usulkan, nanti kita akan sampaikan. CCTV tilang, semoga bisa. Asal Pak Bupati membiayai, kami siap. Kita kan tinggal neropong saja. Beli alatnya, nanti nopolnya dizoom, lalu saya buat tanda tilangnya, saya kirimkan ke rumah pelanggar.

"Database nopolnya kan ada. Permasalahannya hanya biaya. Siapa yang nanti biayai internetnya, WIFInya harus ada yang membiayai. Di DIPA saya tidak ada itu,” ujarnya.

Sementara itu, Bupati Gianyar, Made Mahayastra mengatakan pihaknya akan mendukung program dari Kapolres Gianyar tersebut

"Kami sangat merespon positif, semoga nanti benar-benar ada pembahasan resmi soal ini, kami pasti siap membantu dari segi anggaran," ujarnya. (*)

Penulis: I Wayan Eri Gunarta
Editor: Widyartha Suryawan
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved