Badung Unggul Maju Sejahtera
Badung Unggul Maju Sejahtera

Sukarja Minta Nelayan Difasilitasi Tempat, Soal Rencana Pengembangan Dermaga Sanur

Ketua kelompok nelayan Pantai Matahari Terbit, Ketut Sukarja meminta kepada pemerintah dalam pembangunan dermaga agar nelayan difasilitasi tempat

Penulis: Wema Satya Dinata | Editor: Irma Budiarti
Tribun Bali/Wema Satyadinata
Lokasi rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Matahari Terbit, Banjar Batan Poh, Desa Sanur Kaja, Denpasar. Sukarja Minta Nelayan Difasilitasi Tempat, Soal Rencana Pengembangan Dermaga Sanur 

Sukarja Minta Nelayan Difasilitasi Tempat, Soal Rencana Pengembangan Dermaga Sanur

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Rencana pembangunan pelabuhan di Pantai Matahari Terbit, Banjar Batan Poh, Desa Sanur Kaja mendapat tanggapan dari masyarakat nelayan setempat.

Ketua kelompok nelayan Pantai Matahari Terbit, Ketut Sukarja meminta kepada pemerintah dalam pembangunan dermaga agar nelayan difasilitasi tempat untuk beraktivitas.

Ia berharap agar nelayan tetap diberdayakan, dan jangan dihilangkan. Pun jika memang harus dibangun dermaga yang terpenting tempat untuk nelayan tetap harus ada. Menurutnya terkait masalah proyek tersebut, mungkin itulah yang terbaik untuk masyarakat.

“Harapan saya kalau mau dibikin dermaga, nelayan tetap ada di sini. Mau direlokasi ke mana terserah. Mungkin dia (pemerintah, red) butuh tempat ini,” kata Sukarja saat ditemui di Pantai Matahari Terbit Sanur, Sabtu (27/7/2019).

Para nelayan hanya meminta kepastian tempat pada pemerintah, berupa tempat untuk balai nelayan serta tempat tambatan perahu.

Bahkan Sukarja mengaku sudah menyampaikan permintaan itu langsung kepada Gubernur Bali Wayan Koster saat mendampingi Menteri Perhubungan RI saat datang meninjau lokasi.

“Gubernur menyampaikan akan dibuatkan (tempat) yang lebih bagus,” akunya.

Kalaupun tidak disediakan tempat, pihaknya terpaksa akan membangun di tengah dermaga, seperti membuat bangunan apung.

Sementara itu, dirinya melihat dalam gambar desain pelabuhan, tempat untuk para nelayan belum ada.

Sukarja sudah menjadi nelayan di Pantai Matahari Terbit sejak 15 tahun yang lalu. Semula balai nelayan berada di sebelah selatan, kemudian terus tergusur sampai utara.

“Dulu diberi tempat oleh mantan Wali Kota Denpasar, Adnyana, dibuatlah di sini (perbatasan antara Pantai Padanggalak dan Pantai Matahari Terbit). Tempatnya paling jelek ini,” ujarnya.

Adapun jumlah anggota kelompok nelayan Pantai Matahari Terbit Banjar Batan Poh sekitar 40 orang.

Saat ditanya apakah ada pengaruh tekait tangkapan ikan jika dibangun dermaga baru, ia menjawab kalau kelompok nelayan di Pantai Matahari Terbit biasanya mencari ikan di lokasi yang jauh, seperti selatan Nusa Penida dan selatan uluwatu, sehingga tidak berpengaruh jika nantinya ada dermaga.

Dikatakannya, penghasilan berprofesi sebagai nelayan sudah mencukupi untuk kehidupan sehari-hari, walaupun masih memiliki anak-anak yang sedang sekolah dan kuliah.

Sumber: Tribun Bali
Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved