Kongres V PDIP di Bali

Ini Sejarah Dibalik Dedication of Life, 'Mengabdi Kepada Tuhan, Kepada Tanah Air'

Bung Karno menulis Dedication of Life sebagai bentuk komitmennya dalam mengabdi kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.

Ini Sejarah Dibalik Dedication of Life, 'Mengabdi Kepada Tuhan, Kepada Tanah Air'
kolase tribun bali
Ini Sejarah Dibalik Dedication of Life, 'Mengabdi Kepada Tuhan, Kepada Tanah Air' 

Ini Sejarah Dibalik Dedication of Life, 'Mengabdi Kepada Tuhan, Kepada Tanah Air'

TRIBUN-BALI.COM, DENPASAR - Dalam setiap perhelatan yang digelar PDIP selalu diisi dengan pembaca teks dedication of life, termasuk di Kongres V PDIP nanti.

Dedication of Life ini merupakan sebuah karya yang ditulis Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Soekarno atau populer dipanggil Bung Karno.

Dedication of Life telah berulang kali disampaikan Bung Karno dalam berbagai pertemuan secara lisan.

Namun, kata-kata dalam Dedication of Life secara tertulis baru dilakukan Bung Karno pada 1966.

Bung Karno menulis Dedication of Life sebagai bentuk komitmennya dalam mengabdi kepada Tuhan, Bangsa, dan Tanah Air.

Berdasarkan sumber dari Buku Hari-hari Terakhir Soekarno karya sejarawan Peter Kasenda, saat September 1966.

Di Jakarta, mahasiswa, pemuda, pelajar makin sering turun ke jalan.

Mereka menuntut Presiden Soekarno turun dari kekuasaan.

Pertengahan bulan sebelumnya, di Bandung, gambar Soekarno disobek dalam sebuah aksi.

Halaman
123
Penulis: Ragil Armando
Editor: Rizki Laelani
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2019 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved