Viral Gadis 16 Tahun Meninggalkan Rumah Saat Galungan, Ditemukan di Gianyar

Viral Gadis 16 Tahun Meninggalkan Rumah Saat Galungan, Ditemukan di Gianyar

Viral Gadis 16 Tahun Meninggalkan Rumah Saat Galungan, Ditemukan di Gianyar
DOK POLRES BANGLI
Viral Gadis 16 Tahun Meninggalkan Rumah Saat Galungan, Ditemukan di Gianyar 

TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Tim gabungan Polres Bangli dan Polsek Susut berhasil mengungkap kasus pencurian perhiasan emas.

Usut punya usut, kasus tersebut ternyata masih ada kaitannya dengan NWM, yang meninggalkan rumah pada hari raya Galungan, Rabu (24/7/2019) kemarin.

Kasubag Humas Polres Bangli, AKP Sulhadi saat ditemui Senin (29/7/2019) menjelaskan, pengungkapan kasus tersebut bermula dari laporan polisi seorang perempuan meninggalkan rumah pada Rabu (24/7/2019).

Mimpi Kematian Komandan Agus Sebelum Gempur KKB Papua, Penuh Lumpur dan Didatangi Jenderal

Dimana ayah gadis 16 tahun itu, INB melaporkan anaknya telah meninggalkan rumah.

“Kejadian tersebut dilaporkan pada hari Jumat (26/7/2019) siang. Ia melaporkan bahwa anaknya, meninggalkan rumah pada hari Rabu (24/7/2019) sore hari, sekitar pukul 16.00 wita. Pada saat itu, ia (NWM) pamitannya mau ke warung untuk berbelanja dengan mengendarai sepeda motor Yamaha Xeon,” ujarnya.

Selain meninggalkan rumah, pelajar salah satu SMK di Bangli itu juga meninggalkan secarik surat.

Driver Taksi Online Bali Tewas Mengenaskan, Sang Driver Alami Gegar Otak Berat

Dimana isi tulisannya ‘saya ingin bekerja, setelah sukses saya baru saya pulang’.

NWM juga sempat mengirim pesan singkat pada ayahnya, mengatakan telah mendapatkan pekerjaan serta berharap agar ibunya tidak perlu khawatir.

Hanya saja, saat berusaha dihubungi oleh orangtuanya, telepon seluler NWM tidak aktif.

Cinta Terlarang Kakak Adik Kandung, Kini Hamil Anak Ketiga, Polisi Amankan dengan Senjata Lengkap

“Pesan itu berbunyi ‘tiang ampu megae ne, ne di pabrik tepung di tabanan. De meme sebet’. Dari sms tersebut, orang tua NWM melaporkan kejadian itu ke Polsek Susut, dan langsung ditindaklanjuti,” ungkapnya.

Pencarian NWM membutuhkan waktu dua hari pasca dilaporkan.

AKP Sulhadi mengatakan pada hari Minggu (29/7/2019) sekitar pukul 12.00 wita NWM ditemukan pada sebuah rumah kos di wilayah Gianyar.

Oleh tim gabungan, diketahui identitas terduga pelaku bernama IWP (31) asal Desa Bayunggede, Kintamani.

“Dari keterangan IWP, dia mengaku telah memiliki istri dan seorang anak. Ia juga mengaku telah berpacaran dengan NWM sejak 7 bulan lalu, setelah kenal melalui sosial media Facebook. Menurut pengakuannya pula, pada hari Rabu sekira pukul 16.30 wita, korban (NWM) datang ke kost miliknya di wilayah LC Uma Bukal dengan membawa perlengkapan dan sempat berhubungan dua kali. Pada hari berikutnya Kamis (25/7/2019) sore hari, dia diajak pindah kos di wilayah Gianyar,” katanya.

AKP Sulhadi menegaskan hal tersebut sama, dengan keterangan dari NWM, terkait berapa lama dia menjalin hubungan dengan pria 31 tahun itu.

Begitupun dengan hari kepindahan mereka dari LC Uma Bukal.

“Yang membedakan adalah korban ditelpon, dan diajak ketemuan oleh IWPdi sebuah warung di Bangli dan langsung diajak ke kost miliknya,” ungkap dia.

Menurut keterangan NWM pula, IWP juga sempat menyuruhnya membawa perhiasan, serta BKPB motor orangtua NWM dengan dalih meminjam untuk digadaikan.

Disisi lain, AKP Sulhadi mengatakan pada hari Selasa (23/7/2019) juga ada laporan pencurian yang diterima oleh polsek Susut.

Korban bernama NKN dan NKR.

Terhadap kasus pencurian ini, kedua korban mengaku kehilangan perhiasan berupa kalung emas, cincin, giwang dengan total kerugian materil mencapai Rp 25 juta.

“Setelah ditemukan, yang bersangkutan dibawa ke Polsek Susut dengan didampingi orangtuanya untuk pemeriksaan lebih lanjut. Hasilnya, NWM ini mengakui melakukan pencurian emas di rumah saudaranya, yang kebetulan juga dilaporkan di Polsek Susut pada hari Selasa di rumah milik INP,” ucapnya.

“Korbannya NKN yang tidak lain merupakan bibinya. Selain itu, ia juga mengakui mengambil perhiasan milik NKR yang tidak lain merupakan ibunya sendiri. Ia juga mengaku mencuri karena disuruh oleh IWP. Dan pada saat meninggalkan rumah untuk bertemu di kos pacarnya, dia sudah membawa barang-barang itu,” bebernya.

AKP Sulhadi mengatakan, perhiasan yang berhasil disita dari tangan kedua pelaku saat diamankan di Gianyar, yakni berupa dua lembar bukti surat gadai di Pegadaian Bangli dan Pengadaian Kayuambua.

Selain itu juga disita sebuah telepon genggam merk Hammer warna hitam, dan satu unit sepeda motor Yamaha Xeon warna putih yang dikendarai oleh NWM.

“Barang itu digadaikan di beberapa tempat. Yakni berupa emas kalung, bungkung emas, giwang digadaikan di Pegadaian Kayuambua sebesar Rp 8,7 juta. Sedangkan di Pegadaian Bangli yakni berupa perhiasan emas kalung, giwang 16 karat dengan berat 0,8 gram, digadaikan sebesar Rp 850 ribu. Dan BPKB, motor Xeon itu juga digadaikan di salah satu koperasi daerah Desa Pengotan sebesar Rp 2 juta,” ungkapnya.

Mengenai uang hasil gadai sejumlah barang tersebut, seluruhnya telah habis untuk membayar utang, keperluan makan, serta bermain judi oleh Purnayasa.

"Atas perbuatannya, baik IWP maupun NWM disangkakan pasal 367 jo pasal 55 tentang pencurian dalam keluarga dengan ancaman hukuman selama 5 tahun penjara," tandasnya. (*)

Penulis: Muhammad Fredey Mercury
Editor: Aloisius H Manggol
Sumber: Tribun Bali
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved