Supported Content
Fenomena Banten Terbungkus Plastik Kian Marak, Umat Hindu Bali Wajib Ikuti Arahan Guru Wisesa
Fenomena Banten Terbungkus Plastik Kian Marak, Umat Hindu Bali Wajib Ikuti Arahan Guru Wisesa
Penulis: I Wayan Eri Gunarta | Editor: Aloisius H Manggol
TRIBUN-BALI.COM, GIANYAR – Penggunaan plastik tidak hanya berada di ranah komersil, tetapi juga telah masuk ke ranah praktik keberagamaan.
Dimana saat ini, umat Hindu di Bali banyak yang menghaturkan rakan banten atau isi banten yang dibungkus plastik sekali pakai.
Kondisi ini bertentangan dengan upaya Pemprov Bali, dalam mengurangi timbulan sampah plastik sekali pakai (PSP).
• Faris Bajrey Bertemu Ni Putu Eka Rucci Tengah Malam di Sesetan, Berujung Jeruji Besi Gara-gara ini
Parisaha Hindu Darma Indonesia (PHDI) Bali dan Majelis Utama Desa Pekraman (MUDP), telah mengambil sikap terkait hal ini.
Yakni, membuat awig-awig larangan penggunaan sampah PSP dalam kegiatan upacara keagamaan ataupun bebantenan.
Ketua PHDI Bali, Profesor I Gusti Ngurah Sudiana, Rabu (31/7/2019) tidak menampik, saat ini banyak umat yang menghaturkan bebantenan terbungkus plastik.
• Mobil Xenia Putih Terjebak di Kuburan, Sopir Tidur di Nisan hingga Pagi Hari, Disangka Rumahnya
Namun pihaknya meyakini, perilaku tersebut secara berangsur-angsur akan dapat dihilangkan, mengingat umat Hindu memiliki ajaran Catur Guru (empat guru yang harus dihormati).
Dalam hal ini, masyarakat wajib mengikuti arahan dari Guru Wisesa (pemerintah), dalam hal mengimplementasikan Pergub tentang sampah.
“Sebagai masyarakat Bali yang memang ada ajaran harus wajib mengikuti arahan dari Guru Wisesa, maka masalah pembungkus bebantenan yang dari plastik diusahakan dikurangi perlahan,"
• Pasangan Selingkuh Bersimbah Darah Saat Bermesraan, Berkhianat Saat Suami Pergi dengan Buah Hati
"Bahkan sampai tidak ada pembungkus plastik untuk bebantenan sama sekali. Misalnya, telur yang dulunya dibungkus plastik, diganti menggunakan daun, dan sebagainya,” ujarnya.
Pihaknya berharap, plastik diganti dengan dedaunan.
Selain akan menyukseskan Pergub, juga akan membangkitkan semangat masyarakat menanam pepohonan, yang nantinya dipakai sebagai pembungkus.
• Kasus Pornografi Anak di Bawah Umur, Pelaku Kenalan dengan Korbannya Lewat Game Online
Baik jajanan banten, jajanan sehari-hari dan sebagainya.
Lalu, apa yang menyebabkan plastik masuk ke ranah bebantenan, Prof Sudiana menilai ini sebagai perkembangan zaman.
“Sebenarnya masyarakat Bali itu mengikuti perkembangan saja. Kira-kira mana yang bisa digunakan secara tepat, digunakan. Tapi kalau imbauan dari perundangan, perda, pergub dan sebagainya, umumnya masyarakat Bali akan mengurangi perlahan,"
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/ilustrasi-banten-bagaimana-peruntunganmu-yang-lahir-anggara-umanis.jpg)