Pengakuan Kadek Sugita Tega Buang Bayinya di Bangli, Pelaku Bekap Mulut dan Mencekik Leher Bayi
Sepekan pascapenemuan jasad bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Bangli, polisi mengungkap pelakunya.
Penulis: Muhammad Fredey Mercury | Editor: Ady Sucipto
TRIBUN-BALI.COM, BANGLI – Sepekan pascapenemuan jasad bayi di Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Bangli, polisi mengungkap pelakunya.
Ayah bayi tersebut membekap mulut dan mencekik leher darah dagingnya baru dibuang.
Fakta tersebut terungkap saat polisi merilis tindak pidana kasus kekerasan terhadap anak, Kamis (1/8).
Polisi hanya menghadirkan pelaku pria bernama I Kadek Sugita (19). Sedangkan pelaku wanita, Ni Ketut Juniari (21) masih menjalani perawatan di RSUD Bangli.
Sugita yang mengenakan penutup wajah mengaku menyesal telah membuang darah dagingnya sendiri.
Bayi dalam rahim Juniari baru diketahui Sugita saat pacarnya itu hamil 5 bulan.
Sugita sempat mengajak kekasihnya jujur kepada pihak keluarga. Namun ajakan tersebut ditolak dengan alasan ia masih menjadi tulang punggung orangtuanya.
“Setelah itu saya sempat berunding dengan pacar saya, setelah lahir mau dibawa kemana bayi itu. Dia bilang terserah,” kata Sugita dengan suara lirih.
Kapolres Bangli, AKBP Agus Tri Waluyo menjelaskasn, bayi yang dibuang pelaku ditemukan pada Kamis (24/7) oleh warga setempat bernama Ni Wayan Kartini di jalan Banjar Lumbuan, Desa Sulahan, Susut. Saat ditemukan, bayi laki-laki ini dalam keadaan telah meninggal dunia.
Sejak saat itu polisi melakukan penyelidikan.
Pada Rabu (31/7) sekitar pukul 07.00 wita, terbetik informasi dari masyarakat bahwa di klinik bersalin wilayah Gianyar, ada pasien belum menikah bernama Ketut Juniari.
Dia berobat pascamelahirkan.
Ketika ditanya bayinya, wanita asal Banjar Selat Tengah, Desa Selat, Susut itu mengaku tidak tahu.
“Informasi tersebut kami tindaklanjuti dengan melakukan pengecekan ke rumah yang bersangkutan. Baik di Banjar Selat Tengah maupun di Banjar Manuk, Desa Susut,” jelasnya.
Berdasarkan pemeriksaan terhadap Sugita, lanjut Kapolres, diperoleh keterangan bahwa benar pada hari Rabu (24/7/2019) sekitar pukul 07.00 Wita, Juniari telah melahirkan bayi.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/bali/foto/bank/originals/kasus-buang-bayi-di-bangli.jpg)